Komik Grey&Jingga, Sweta Kartika: Galau di Facebook Jadi Ide

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Komikus Sweta Kartika. instagram.com

    Komikus Sweta Kartika. instagram.com

    TEMPO.CO, Surabaya – Komikus Sweta Kartika berbagi rahasia bagaimana komik bikinannya, Grey dan Jingga, bisa laris dan digemari. Pria berusia 29 tahun itu mengaku terinspirasi dari kisah sehari-hari, yang dekat dengannya. “Inspirasinya dari mana? Dari status Facebook galau-galau yang seliweran,” ujarnya saat ditemui Tempo di acara Popular Culture Convention (PopCon) Surabaya, Sabtu, 4 Juni 2016.

    Grey dan Jingga merupakan komik mingguan yang diunggah setiap Senin dan Kamis di Facebook pribadinya pada tahun 2012. Alumnus Desain Komunikasi Visual ITB itu memang sejak dulu menyukai cerita romans. Ramuan kisah tentang berbagai konflik perasaan antara Grey dan Jingga, ternyata menyedot perhatian netizen. Apalagi Sweta juga memasukkan beberapa lagu bikinannya sebagai soundtrack pendukung cerita.

    Status Facebook bernada galau, kata dia, sangat bermanfaat dalam proses penciptaan maupun pengembangan alur cerita komiknya. Bahkan banyak yang mengira cerita Grey dan Jingga itu berdasarkan kisah hidup pribadinya. “Seolah-olah beneran, kan? Kita semua seolah-olah mengalami,” kata dia dengan nada bergurau. (Baca: Popcon 2016 Digelar di Surabaya, Bertema City of Superheroes)

    Sweta menjelaskan, ada dua cara yang digunakan kreator dalam mengembangkan cerita komik. Yang pertama ialah hyperreality atau hiperrealitas. Teknik ini ialah melebih-lebihkan suatu karakter atau cerita. “Contohnya cerita di sinetron dan FTV. Itu kan, nggak pernah ada di kehidupan kita.”

    Yang kedua ialah alter reality. Teknik ini berkebalikan dengan hyperreality, alias seperti pada umumnya kehidupan yang dialami masyarakat. “Jadi nggak ada yang aneh-aneh, alami aja. Ternyata, itu lebih menjual,” tutur dia.

    Sweta lantas menambahkan, anak-anak muda jika ingin berkarya sebaiknya tanpa beban terlebih dahulu. Uang jangan dijadikan sebagai bahan pertimbangan utama. “Ya mulai saja dulu, jangan menilai karya sendiri mendahului pasar. Terlalu banyak perhitungan malah nggak mulai-mulai,” ujarnya.

    Ia sendiri semula tak tahu akan menjadi sebesar apa intellectual property (IP) rekaannya itu. Namun siapa sangka, dari yang semula komik gratisan di Facebook, kini produk turunan karakter Grey dan Jingga makin beranak pinak. Mulai tas, kaus, komik cetak, sampai album lagu.

    ARTIKA RACHMI FARMITA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Tanda Masker Medis yang Asli atau Palsu

    Saat pandemi Covid-19 seperti sekarang, masker adalah salah satu benda yang wajib kita pakai kemanapun kita beraktivitas. Kenali masker medis asli.