Inul Tak Mau Lagi Ngebor, Ternyata Dia Takut Kalau...

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Artis dangdut Inul Daratista menghibur simpatisan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Pangkep nomor urut 4 Syamsuddin A. Hamid-Syahban Sammana saat kampanye akbar di Lapangan alun-alun Pangkep, Sulawesi Selatan, 6 Desember 2015. TEMPO/Iqbal Lubis

    Artis dangdut Inul Daratista menghibur simpatisan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Pangkep nomor urut 4 Syamsuddin A. Hamid-Syahban Sammana saat kampanye akbar di Lapangan alun-alun Pangkep, Sulawesi Selatan, 6 Desember 2015. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Jakarta - Pedangdut Inul Daratista menjadi fenomena berkat goyangan khasnya yang dinamakan “goyang ngebor”.

    Berkat goyangan, itu nama Inul mulai dikenal luas seiring dengan banyaknya kontroversi yang bermunculan di masyarakat. Raja dangdut Rhoma Irama adalah yang paling keras menolak goyang ngebor Inul yang dianggapnya seronok.

    Baca juga:
    Bunuh Diri Mahasiswa UI: 3 Alasan Kenapa Rahasia Ini Perlu Diungkap

    Jadi Wakil Wali Kota, Dandanan & Prilaku Pasha Ungu Dikecam!

    Beberapa waktu belakangan, Inul tak lagi mengandalkan goyang ngebor-nya untuk tampil di televisi. Tapi bukan berarti goyangan fenomenal tersebut sudah ditinggalkan oleh ibu satu anak itu.

    "Kalau off air masih ngebor, kalau on air tidak," ungkap Inul Daratista, saat dijumpai di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Selasa, 31 Mei 2016.

    Inul mengakui dirinya sudah tidak berani menampilkan goyang ngebor di televisi karena takut disemprit Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

    "Kalau di sini (di depan wartawan televisi) enggak bisa ngebor, kan sekarang ada KPI, ya. Takutnya tayangannya tidak berkenan sama penonton di TV-nya," ucap Inul.

    TABLOIDBINTANG.COM

    Baca juga:
    Bunuh Diri Mahasiswa UI: 3 Alasan Kenapa Rahasia Ini Perlu Diungkap


    Jadi Wakil Wali Kota, Dandanan & Prilaku Pasha Ungu Dikecam!


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.