Sastrawan Ini Sarankan Ubah Iklan Ajakan Membaca  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gol A Gong alias Heri Hendrayana Harris di Rumah Dunia, Kota Serang, Banten. (TEMPO/Aryus P Soekarno)

    Gol A Gong alias Heri Hendrayana Harris di Rumah Dunia, Kota Serang, Banten. (TEMPO/Aryus P Soekarno)

    TEMPO.COJakarta - Penyair Aan Mansyur menyarankan pemerintah membuat iklan yang lebih mengena kepada masyarakat terkait dengan literasi. Ia menilai beberapa moto pemerintah dalam mengajak membaca terlalu kuno dan kurang mengena kepada masyarakat. "Beberapa slogan atau cara ajakannya, seperti 'Membacalah Agar Kamu Pintar', seakan berarti 'Selama Ini Kamu Itu Bodoh'," katanya dalam acara Pesta Pendidikan di FX Sudirman, Ahad, 29 Mei 2016.

    Ia menilai cara ajakan itu justru tidak bisa menggerakkan hati masyarakat untuk mulai membaca. Penulis puisi untuk film Ada Apa Dengan Cinta 2 ini menyarankan agar pemerintah memudahkan ajakan tersebut sehingga lebih terngiang di telinga masyarakat.

    Penulis Gola Gong pun mendukung pernyataan Aan. Ia menyarankan agar pemerintah membuat iklan dengan memegang buku karya siapa pun seraya berdiri di depan perpustakaan sambil berkata, 'Saya menjadi seperti ini karena membaca'. "Dengan begitu, masyarakat bisa tahu hasil seseorang dengan membaca itu apa, yaitu bisa menjadi menteri atau tokoh sukses lain," ujar Gola Gong. 

    Ide itu disambut baik oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan. Ia mengatakan akan menampung ide dari para sastrawan tersebut demi meningkatkan daya baca masyarakat Indonesia. "Ide itu menarik. Kami akan belanja ide dari masyarakat pegiat literasi karena mereka itu produsen idenya," tutur Anies pada kesempatan yang sama. 

    Anies mengakui beberapa survei menyatakan minat baca Indonesia sangat rendah. Data terakhir hasil dari survei di 61 negara pun menyatakan Indonesia berada pada urutan kedua dari bawah dalam hal literasi. "Kalau hanya 60 negara yang didata, Indonesia bisa berada di nomor paling belakang," ucap Anies miris melihat data itu. 

    Rendahnya literasi Indonesia pun sempat membuat khawatir Duta Baca Indonesia Najwa Shihab. Ia mengaku mendapatkan beban berat saat dijadikan Duta Baca saat survei terus-menerus menyatakan minat baca Indonesia jeblok. Najwa mengatakan hal yang selalu menyemangatinya untuk terus berjuang meningkatkan minat baca adalah para pegiat literasi di seluruh negeri. "Saya percaya diri karena ditemani orang-orang seperti Aan Mansyur dan Gola Gong ini," kata Najwa.

    MITRA TARIGAN


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.