Saipul Jamil Pamer Tangan yang Diborgol ke Kamera Wartawan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyanyi Dangdut Saipul Jamil memamerkan sebuah borgol yang melingkar di kedua lengannya saat menghadiri persidangan di Pengadilan Jakarta Utara, 24 Mei 2016. TEMPO/Larissa

    Penyanyi Dangdut Saipul Jamil memamerkan sebuah borgol yang melingkar di kedua lengannya saat menghadiri persidangan di Pengadilan Jakarta Utara, 24 Mei 2016. TEMPO/Larissa

    TEMPO.CO, Jakarta - Mengenakan kaus oblong warna hitam dengan celana warna senada, Saipul Jamil turun dari mobil tahanan, menuju ruang tahanan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Tak seperti biasanya, pada Rabu, 25 Mei 2016, kedua tangannya diborgol dengan rantai besi.

    "Nih, diborgol. Di-close up, nih borgolnya," ucap Saipul, sembari memamerkan borgol di tangannya kepada wartawan yang meliputnya di pengadilan.

    Biasanya, setiap menghadiri persidangan, Saipul, yang menjadi terdakwa kasus dugaan pelecehan seksual terhadap remaja laki-laki berinisial DS, tak pernah diborgol.

    Perlakuan istimewa yang diberikan kejaksaan untuk penyanyi dangdut itu sempat dikritik di media. Setelah kritik itu, barulah Saipul diperlakukan sama dengan tahanan lain, yakni diborgol.

    Saipul menepis tudingan ia mendapatkan perlakukan istimewa, berbeda dengan tahanan lain. "Wartawan tuh sok tahu. Di sini tuh dilepas borgolnya. Di mobil diborgol, pas turun dilepas. Makanya jadi napi dulu deh, baru tahu," ucapnya kepada wartawan saat tiba di gedung pengadilan.

    "Ingat ya, saya diborgol. Soalnya beritanya enggak ngenakin. Inget ya, diborgol. Mau dicek borgolnya? Mau dicek?" kata Saipul sambil berulang kali memperlihatkan borgol di tangannya ke arah kamera wartawan.

    Dalam sidang kali ini, agenda persidangan adalah pemeriksaan terhadap Saipul sebagai terdakwa. Saat memberikan kesaksian, dia akan mengungkapkan keyakinannya bahwa DS memalsukan umur.

    "Persiapan khusus, bismillah, mengatakan sejujurnya. Pokoknya saya yakin, DS (korban) itu bukan anak di bawah umur karena banyak keganjilan dari awal dia masuk sekolah," katanya.

    Namun tudingan itu sudah dibantah pengacara DS, Osner Johnson Sianipar. Berdasarkan tiga bukti, yakni akta kelahiran, kartu keluarga, dan kartu tanda penduduk, ia memastikan DS masih di bawah umur saat peristiwa pencabulan terjadi. "Saya sudah beberapa kali tekankan sama ibunya DS dan DS, apa benar dokumen yang diserahkan ke saya itu asli. Mereka pastikan asli," ujar Osner.

    TABLOID BINTANG


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi dan Tantangan Jozeph Paul Zhang, Pria yang Mengaku Nabi Ke-26

    Seorang pria mengaku sebagai nabi ke-26 melalui media sosial. Selain mengaku sebagai nabi, dia juga melontarkan tantangan. Dialah Jozeph Paul Zhang.