Selasa, 20 November 2018

Jadi Duta WWF, Ini Pesan Davina ke Petani Sawit  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Davina Veronica diatas catwalk mengenakan koleksi dari desainer Opi Bachtiar dalam peragaan busana Fashiontastic 2015 Dazzling Spring di Pondok Indah Mall, Jakarta, 26 Maret 2015. Opi Bachtiar mengenalkan 16 koleksi dengan gaya individualistis dan rebellious. TEMPO/Nurdiansah

    Davina Veronica diatas catwalk mengenakan koleksi dari desainer Opi Bachtiar dalam peragaan busana Fashiontastic 2015 Dazzling Spring di Pondok Indah Mall, Jakarta, 26 Maret 2015. Opi Bachtiar mengenalkan 16 koleksi dengan gaya individualistis dan rebellious. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.COJambi - Model yang juga Duta World Wildlife Fund (WWF) Indonesia, Davina Veronica Hariadi, mendapat kesempatan bertemu dengan para petani sawit di Desa Mekar Jaya, Tabir Selatan, Kabupaten Merangin, Jambi, Selasa, 24 Mei 2016.

    Davina datang ke Jambi bersama penyanyi yang juga pegiat lingkungan hidup, Melanie Subono, dan vokalis grub band Marjinal Muhammad Isrofil. Mereka bertemu Gabungan Kelompok Tani Tanjung Sehati, Kabupaten Merangin, Jambi, yang baru saja mendapat sertifikasi dari Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO).

    Dalam pertemuan yang diadakan RSPO itu, Davina menyampaikan sejumlah pesan kepada para petani sawit. “Manusia membutuhkan alam, kita juga butuh kelapa sawit untuk kebutuhan kita, tapi alam akan habis kalau kita mengeksploitasi dan tidak melestarikannya,” kata Davina.

    Kepada para petani, Davina berpesan agar memanfaatkan alam dengan baik. Ia menyadari pentingnya kelapa sawit dalam menunjang kehidupan manusia. Meski demikian, kata dia, bukan berarti manusia bisa serakah memanfaatkan alam. “Siapa tahu kita menganggap ini rumah manusia dan menganggap hewan yang ada di dalamnya adalah hama. Padahal, buat mereka, kita juga hama,” tutur Davina. 

    ARKHELAUS W.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Sisi Gelap Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman

    Kasus pembunuhan Jamal Khasoggi yang diduga dilakukan oleh Kerajaan Arab Saudi membuat dunia menyorot empat sisi gelap Mohammed bin Salman.