Tim Kesenian Wakatobi Meriahkan Festival Budaya Jeju Korsel  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tradisi ini menjadi ajang mencari jodoh pemuda-pemudi di Wakatobi. TEMPO/ Nita Dian

    Tradisi ini menjadi ajang mencari jodoh pemuda-pemudi di Wakatobi. TEMPO/ Nita Dian

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim kesenian dan kebudayaan Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, diundang ke Jeju, Korea Selatan. Mereka diundang Pemerintah Provinsi Jeju untuk memeriahkan Festival Budaya Jeju yang akan digelar pada November 2016.

    "Tim kesenian dan kebudayaan Wakatobi terutama para penari diminta ikut memeriahkan panggung hiburan pentas budaya dalam Festival Budaya terakbar di Jeju itu," kata Bupati Wakatobi Hugua melalui telepon dari Jeju, Rabu, 25 Mei 2016.

    Pemerintah Provinsi Jeju, kata Hugua, memperkirakan jumlah pengunjung dari Festival Budaya Jeju tersebut bisa mencapai jutaan orang. Selain masyarakat Jeju dan sekitarnya, festival budaya terakbar tersebut juga akan dihadiri masyarakat internasional dari berbagai negara.

    "Kami memastikan akan menghadirkan tim kesenian dan kebudayaan Wakatobi dalam festival tersebut karena hal itu selain akan menghibur pengunjung, juga akan menjadi ajang promosi kebudayaan Wakatobi di pentas internasional," kata Hugua.

    Bupati Hugua bersama rombongan berada di Jeju untuk menindaklanjuti nota kesepahaman kerja sama tiga bidang pembangunan antara Pemerintah Kabupaten Wakatobi dan Pemerintah Provinsi Jeju yang ditandatangani di Wakatobi pada 7 September 2015. Ketiga bidang kerja sama pembangunan tersebut, yakni pengembangan pariwisata, pembangunan kota rendah karbon, dan pengelolaan sampah secara terpadu.

    "Kami akan segera menjalankan program kerja sama ketiga bidang itu. Dalam waktu dekat, pemerintah Jeju akan melakukan kunjungan balasan ke Wakatobi, Indonesia," katanya.

    ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi dan Tantangan Jozeph Paul Zhang, Pria yang Mengaku Nabi Ke-26

    Seorang pria mengaku sebagai nabi ke-26 melalui media sosial. Selain mengaku sebagai nabi, dia juga melontarkan tantangan. Dialah Jozeph Paul Zhang.