Dea Mirella: Aku Hancur, Menangis Tiap Dengar Suara Bayi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Artis Dea Mirella di Jakarta, Jumat 30 Maret 2012. TEMPO/Subekti.

    Artis Dea Mirella di Jakarta, Jumat 30 Maret 2012. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Dea Mirella, 41 tahun, melihat bercak darah. Dia langsung dilarikan ke unit gawat darurat. “Ibu harus melahirkan sekarang,” kata Dea mengenang perintah dokter saat itu.

    “Aku sangat takut. Aku enggak pernah melahirkan normal. Sewaktu melahirkan anak pertama, lewat bedah cesar. Di sisi lain, aku harus berusaha maksimal agar anakku selamat,” kenang Dea Mirella.

    Baca juga:

    Heboh Kontribusi Reklamasi: Tiga Skenario Nasib Ahok
    Geger Daging Manusia Dijadikan Kornet, Ini Penampakannya

    “Anak itu masih hidup ketika dilahirkan. Kata ayahnya, begitu keluar, dia sempat bergerak mencari aku. Lalu dia menyentuh pahaku. Bergerak-gerak di antara pahaku,” ujarnya.

    Tak sadar, plasenta Dea mulai masuk lagi ke dalam. Kondisi itu sangat berbahaya bagi nyawa Dea. Bayi dan ibunya berusaha diselamatkan tim medis. Dea selamat. Namun bayinya hanya bertahan hidup selama 3 jam.

    “Aku hancur. Aku menangis setiap kali mendengar tangis bayi di rumah sakit. Dan menangis lagi ketika aku mendapati ASI keluar, tapi bayinya tidak ada," kata Dea Mirella lirih.

    Baca juga:
    Duh, Adegan Suami-Isteri Disiarkan Live, Penonton Bisa Coba

    Wah, Pemerintah Larang Nikahi Brondong, Begini Alasannya

    Selanjutnya: sudah siapkan nama...


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.