Lagu Dangdutnya Termasuk Dilarang, Reaksi Jupe Mengejutkan!

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi Jupe saat menyanyikan lagu dalam launching GP Mall Bekasi, Jawa Barat, 28 November 2015. Jupe dalam Bazar Artis tersebut menjual sejumah kaos, mug dan merchandise untuk penggemar setia jupe Jupelizious dan Jupenizer yang akan didonasikan ke panti asuhan di Ceger Tangerang. TEMPO/Nurdiansah

    Ekspresi Jupe saat menyanyikan lagu dalam launching GP Mall Bekasi, Jawa Barat, 28 November 2015. Jupe dalam Bazar Artis tersebut menjual sejumah kaos, mug dan merchandise untuk penggemar setia jupe Jupelizious dan Jupenizer yang akan didonasikan ke panti asuhan di Ceger Tangerang. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.COJakarta - Rekasi artis dangdut Julia Perez mengenai pelarangan lagu dangdut amat mengejutkan. Ia tak mempermasalahkan langkah Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat yang melarang lagunya yang berjudul Paling Suka 69 beredar di radio dan televisi lokal Jawa Barat. "Saya sudah menjadi Jupe yang berbeda," kata Julia saat dihubungi Tempo pada Jumat, 20 Mei 2016.

    Julia mengatakan lagu berjudul Paling Suka 69 adalah lagu lama. Lagu itu ia nyanyikan pada 2013. Jupe, sapaan akrabnya, mengaku sudah tak pernah lagi menyanyikan lagu tersebut di televisi mana pun.

    Baca juga:
    Heboh Konstribusi Reklamasi: Inilah 3 Skenario Nasib Ahok
    Geger Reklamasi: Beredar, Video Ahok Damprat Wartawan Tempo

    Julia mengatakan sudah menjadi pribadi yang berbeda dan tak mempermasalahkan lagu lamanya itu dilarang diputar. Dia saat ini berfokus menjalani kehidupannya kini dan pada masa depan. "Kita enggak bisa kembali ke masa lalu yang sudah lewat," ujar Julia.

    Dia membeberkan lagu-lagu barunya saat ini diterima oleh masyarakat. Di antaranya lagu berjudul Merana, Akurapopo, Lonely, Nggak Tahan, dan Nggak Zaman. Jupe saat ini juga berfokus menggarap lagu-lagu barunya. "Enjoy my music style," tuturnya.

    Pada 2016, Julia Perez mengatakan telah kembali dengan gaya baru. Dia pun mengaku menikmati pilihannya ini.

    Sebelumnya, KPID Jawa Barat membenarkan telah mengeluarkan keputusan pelarangan terhadap 13 judul lagu dangdut yang beredar di radio dan televisi di kawasan Jawa Barat. "Larangan ini harga mati dan justru akan ada kemungkinan bertambah," ucap anggota KPID Jawa Barat, Neneng Athiatul Faiziyah, saat dihubungi Tempo.

    Neneng menjelaskan, pelarangan itu telah dikeluarkan KPID Jawa Barat sejak akhir April lalu. Hal ini dilakukan lantaran banyaknya lagu dangdut berkonten porno beredar di kawasan Jawa Barat. Konten tersebut dianggap memiliki dampak negatif pada masyarakat.

    Menurut dia, ke-13 lagu yang dilarang KPID Jawa Barat mengandung unsur negatif dan sensualitas. Lagu-lagu itu, menurut dia, tidak mendidik. Apalagi harusnya lagu dapat memiliki dampak positif dan menginspirasi warga pada hal yang lebih baik.

    AVIT HIDAYAT

    Baca juga:
    Kontribusi Reklamasi Tanda Tanya Besar, Ahok Terancam?
    Heboh Kontribusi Reklamasi: Inilah 3 Skenario Nasib Ahok


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Tanda Masker Medis yang Asli atau Palsu

    Saat pandemi Covid-19 seperti sekarang, masker adalah salah satu benda yang wajib kita pakai kemanapun kita beraktivitas. Kenali masker medis asli.