Art Jog 2016 Dimeriahkan Penangkap Sinyal Ruang Angkasa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja seni merampungkan pemasangan instalasi berjudul Finding Lunang karya Iwan Effendi saat persiapan pembukaan bursa seni Jogja Art Fair (ART|JOG 2013), Taman Budaya Yogyakarta, Jateng (5/7). TEMPO/Suryo Wibowo.

    Pekerja seni merampungkan pemasangan instalasi berjudul Finding Lunang karya Iwan Effendi saat persiapan pembukaan bursa seni Jogja Art Fair (ART|JOG 2013), Taman Budaya Yogyakarta, Jateng (5/7). TEMPO/Suryo Wibowo.

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Bursa seni rupa di Yogyakarta, Art Jog 2016, menyajikan radio astronomi untuk menangkap sinyal kehidupan di ruang angkasa. Pameran seni rupa kontemporer yang memasuki tahun kesembilan ini berlangsung di Jogja National Museum pada 27 Mei-27 Juni 2016.

    Direktur Artistik Art Jog, Heri Pemad, mengatakan, sebagai bagian dari perjalanan seni rupa Indonesia, Art Jog menyuguhkan sesuatu yang segar kepada publik setiap tahun. Kali ini, dia menempatkan menara setinggi 36 meter lengkap dengan perangkat lampu suar dengan jangkauan 10 kilometer.

    Mercusuar tersebut disertai dengan karya instalasi kinetik berbentuk blower berdiameter 2,5 meter dan dalamnya 50 meter. "Kami juga memugar gedung JNM yang dulu merupakan gedung Akademi Seni Rupa Indonesia," kata Heri Pemad di Greenhost Hotel Prawirotaman Yogyakarta, Jumat, 20 Mei 2016.

    Art Jog menampilkan karya seniman Venzha Christiawan sebagai commissioned artist. Venzha membuat karya bertajuk Indonesia Space Science Society atau ISSS. Akan ada satu antena yang dipasang di menara setinggi 36 meter dan satu kelompok antena yang dipasang di atas alat penangkap sinyal dan frekuensi.

    ISSS disebut sebagai institusi yang menghubungkan masyarakat dengan ilmu pengetahuan tentang ruang angkasa. Venzha menyiapkan ide tentang ISSS sejak enam tahun lalu. "Gagasannya mencontoh sejumlah lembaga independen yang mengeksplorasi data dari ruang angkasa," kata Venzha.

    Venzha membuat DIY Radio Astronomy yang berfungsi sebagai pengganti teleskop. Selain itu, Venzha menyiapkan 12 televisi, simulasi, dan animasi bergerak yang menjelaskan tentang karyanya. Pengunjung akan mendapatkan pengetahuan tentang radio astronomi, cara mengaksesnya, dan cara membuatnya. Karya Venzha itu sejalan dengan tema Art Jog bertajuk Universal Influence.

    Kurator pameran, Bambang Witjaksono, mengatakan tema isu global diangkat untuk membawa dampak lebih luas terhadap pengunjung Art Jog yang datang dari beragam kalangan. Tema pengaruh universal itu ingin melihat pengaruh global terhadap seni rupa. Misalnya kemajuan teknologi, informasi, dan jaringan Internet. "Art Jog kali ini membincangkan kondisi dunia hari ini," kata Bambang.

    Tahun ini panitia mengundang 72 seniman yang dianggap punya pengaruh penting. Sejumlah seniman yang akan menampilkan karyanya di antaranya Djoko Pekik, Agus Suwage, Entang Wiharso, F.X. Harsono, Heri Dono, Rudi Mantofani, dan Wedhar Riyadi.

    SHINTA MAHARANI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.