Film Pendek Indonesia Menang di Festival Film Cannes  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penampilan aktris Lily-Rose Melody Depp dalam sesi foto film

    Penampilan aktris Lily-Rose Melody Depp dalam sesi foto film "La danseuse" (The Dancer) dalam Festival Film Cannes ke-69, di Cannes, Prancis, 13 Mei 2016. Sama seperti ayahnya, Lily juga meniti karier di dunia hiburan. REUTERS/Yves Herman

    TEMPO.COJakarta - Film pendek asal Indonesia, Prenjak, In the Year of Monkey, menang di Festival Film Cannes 2016. Kemenangan film garapan sutradara asal Yogyakarta, Wregas Bhanuteja, itu diumumkan di Cannes, Prancis, pada Jumat, 20 Mei 2016 waktu setempat.

    Prenjak dikirim ke Cannes oleh Pusat Pembinaan dan Pengembangan Perfilman (Pusbang Film) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Film ini meraih penghargaan The Leica Cine Discovery Prize Cinema de pa critic cannes 2016, penghargaan tertinggi dari cinema de la critic atau Critic's Week Cannes untuk kategori film pendek.

    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan menyambut baik kemenangan tersebut. "Penghargaan terbaik untuk film pendek Prenjak dari Festival Film Cannes di Prancis ini sangat membanggakan,” kata Anies dalam keterangan tertulisnya, hari ini.

    Anies berharap, kemenangan film Prenjak yang diumumkan bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei, dapat menjadi spirit kebangkitan film dan kreativitas bangsa.

    Prenjak, In the Year of Monkey diputar selama tiga kali di Cannes Film Festival 2016. Film besutan sutradara asal Yogyakarta itu bercerita tentang usaha keras seorang perempuan Yogyakarta di tahun 1980-an untuk membebaskan diri dari belenggu keterbatasan ekonomi dan mencari uang untuk membiayai hidup keluarganya.

    Tak hanya meraih penghargaan, menurut laporan delegasi Pusbang Film Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Prenjak juga berhasil menarik perhatian sekitar 300 penonton dalam premier yang digelar pada 15-16 Mei di Theatre Miramar, Cannes, Prancis.

    FRISKI RIANA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.