Kisah Deddy Dores tentang Kekayaannya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat dari jalur independen, Daday Hudaya (kiri) dan Deddy Dores, tiba di halaman kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat, 5 Oktober 2012. Maestro pencipta lagu-lagu slow rock Deddy Dores pada jam 23.45 WIB di RS Internasional Bintaro. TEMPO/Prima Mulia

    Bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat dari jalur independen, Daday Hudaya (kiri) dan Deddy Dores, tiba di halaman kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat, 5 Oktober 2012. Maestro pencipta lagu-lagu slow rock Deddy Dores pada jam 23.45 WIB di RS Internasional Bintaro. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Seniman sekaligus sahabat almarhum Deddy Dores, Buky Wikagoe, mengatakan, sebelum Deddy meninggal karena serangan jantung, Rabu dinihari, 18 Mei 2016, pencipta lagu bintang kehidupan itu sempat mengalami kesulitan keuangan. 

    "Kesulitan ekonomi sering, tapi tidak pernah mengeluh. Kalau Deddy Dores bisa mengelola keuangan dengan baik, dia pasti bisa jadi musisi terkaya di Indonesia," ujar Buky kepada Tempo, Rabu siang, 18 Mei 2016.

    Menurut Buky, Deddy Dores semasa hidupnya tidak mampu mengelola dan menginvestasikan pendapatannya yang terbilang tinggi saat namanya melambung sebelum dan ketika bersama Nike Ardilla. 

    "Artinya dari sisi saving money, dia tidak terlalu baik untuk menginvestasikan hartanya," lanjutnya.

    Selain itu, Deddy juga terbilang orang yang royal. Pria bernama asli Deddy Suriadi itu mudah saja memberi uang kepada teman-temannya. "Deddy itu hari ini bisa pakai mobil bagus tapi seminggu kemudian mobilnya bisa hilang," jelasnya. 

    Hal serupa dikatakan Dodi Permana, sahabat musikus yang khas dengan kacamata hitamnya itu. Menurut Dodi, salah satu yang membuat Deddy bangkrut adalah berkurangnya pemasukan dari royalti lagu-lagunya. 

    "Dedi sudah tidak produktif lagi. Setelah era baru zaman CD keluar, kaset tidak laku. Artis-artis kawakan tidak punya income dan royalti sehingga mereka tidak produktif, beda itu yang jadi malapetaka," ujar Dodi. 

    Selain itu, Deddy tidak memiliki harta banyak hingga akhir hayatnya lantaran hartanya lebih banyak diserahkan kepada istri-istrinya. Menurut Dodi, sahabat yang dikenalnya sejak 1987 itu sudah empat kali menikah.

    "Yang jelas setiap punya istri dia bertanggung jawab. Kalau cerai hartanya semua dikasih ke istri. Jadi dia mulai dari nol lagi. Terakhir sama orang Subang, sudah cerai," tuturnya.

    Deddy Dores terbilang tidak pernah tinggal di rumah. Kebiasaan itu pula yang menyebabkannya mengalami permasalah ekonomi. Menurut Dodi, sahabatnya itu selalu berpindah-pindah hotel. 

    "Dedi itu memang orangnya royal. Dia tidak bisa tinggal di rumah. Jadi sepanjang hidupnya itu di hotel. Dari hotel ke hotel," tandasnya.

    PUTRA PRIMA PERDANA

    Baca juga:
    Karyawati Diperkosa & Dihantam Cangkul: Ini 3 Setan Pemicunya
    Pembunuhan Karyawati, Tersangka Ternyata Pernah Belajar di Pesantren


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.