Syuting di Korea Selatan, BCL Kedinginan dan Rindu Sambal  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bunga Citra Lestari menunjukkan album terbarunya saat diluncurkan di Jakarta, 2 Desember 2015. BCL juga akan merilis album terbarunya pada 2016 nanti. TEMPO/Nurdiansah

    Bunga Citra Lestari menunjukkan album terbarunya saat diluncurkan di Jakarta, 2 Desember 2015. BCL juga akan merilis album terbarunya pada 2016 nanti. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Syuting di luar negeri bukan hal yang baru bagi aktris sekaligus penyanyi Bunga Citra Lestari. Namun bagaimana jika ia harus syuting di negara bersuhu -12 hingga -15 derajat Celcius? Hal ini dirasakannya saat syuting film Jilbab Traveler: Love Sparks in Korea.

    "Kaki yang udah dilapisi kaus kaki, bulu, dan sepatu aja udah enggak bisa dirasain. Hidung jangan ditanya, deh. Apalagi lidah, udah enggak berasa," kata Bunga saat ditemui di gedung Rapi Film, Rabu, 11 Mei 2016.

    Menurut aktris kelahiran Jakarta, 22 Maret 1983, ini hal tersebut mungkin tak akan terjadi jika syuting dilakukan di dalam ruangan. "Saljunya emang lagi turun. Syuting kebanyakan di luar, dari pagi sampai malam. Kalau yang sedang liburan kan enak, jalan sebentar lalu masuk ruangan. Kita kan kerja," ujarnya.

    Karena terbiasa dengan iklim tropis, ia mengaku sedikit kesulitan harus bekerja dalam suhu serendah itu. "Di sana enggak ada sambal. Terus kalau dingin kan enaknya makan bakso, tapi di sana enggak ada," kata Bunga sembari tertawa.

    Bunga menyebut hal ini sebagai tantangan yang harus dihadapi. Beruntung ia dan tim dapat menyelesaikan syuting di Korea Selatan, meski dalam suhu yang sangat rendah.

    Selain Bunga, beberapa aktor pun terlibat dalam film Jilbab Traveler: Love Sparks in Korea, seperti Morgan Oey, Giring Ganesha, dan Indra Bekti. Rencananya, film tayang saat Lebaran.

    DINI TEJA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.