Oplah Terus Tergerus, Majalah Playboy Bakal Dilego  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Crystal Harris dalam sampul majalah PlayBoy edisi khusus. AP/Playboy Enterprise Inc.

    Crystal Harris dalam sampul majalah PlayBoy edisi khusus. AP/Playboy Enterprise Inc.

    TEMPO.CO, Los Angeles - Majalah Playboy mengalami penurunan oplah. Oplah majalah itu kini hanya sekitar 800 ribu eksemplar. Padahal sebelumnya, oplah mereka bisa mencapai 5,6 juta pada 1975.

    Penurunan oplah terjadi setelah mereka memutuskan untuk berhenti menampilkan gambar-gambar telanjang. Terkait dengan hal itu, majalah Playboy kini tengah menjajaki kemungkinan penjualan grup hiburan dewasa tersebut.

    Menurut sumber yang dikutip BBC, penjualan grup tersebut bisa mendapat lebih dari US$ 500 juta atau lebih dari Rp 6 triliun. Dikabarkan, bank investasi Moelis & co dipilih untuk menangani proses penjualan ini.

    Sebelumnya, pada Oktober 2015, Playboy memutuskan untuk berhenti menampilkan gambar-gambar telanjang karena menganggap hal itu sudah ketinggalan zaman.

    Majalah ini didirikan Hugh Hefner pada 1953 dengan edisi pertamanya menampilkan aktris Marilyn Monroe sebagai "Playmate of the Month". Playboy sempat mendapat tawaran pembelian untuk keseluruhan perusahaan setelah rumah Hefner dijual Januari lalu.

    Playboy Mansion-yang terkenal karena pesta gila-gilaannya-dijual dengan harga US$ 200 juta atau hampir Rp 3 triliun meski syaratnya Hefner harus diberi izin untuk tetap tinggal di rumah itu sampai 45 tahun.

    Jika terjual, maka properti di Los Angeles itu akan menjadi salah satu kediaman pribadi paling mahal di Amerika Serikat.

    INGE KLARA | BBC


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Instagram Uji Coba Menghilangan Fitur Likes agar Fokus ke Konten

    Instagram tengah lakukan uji coba penghapusan fitur likes di beberapa negara pada Juli 2019. Reaksi pengguna terbelah, sebagian merasa dirugikan.