Diancam Dibubarkan Ormas Islam, Tan Malaka Batal Dipentaskan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembongkaran makam yang diduga sebagai makam Tan Malaka, untuk diteliti tulang belulangnya oleh tim forensik dari Universita Indonesia di Desa Selo Panggung, Kediri, Jawa Timur (12/9). Foto ANTARA/Arief Priyono

    Pembongkaran makam yang diduga sebagai makam Tan Malaka, untuk diteliti tulang belulangnya oleh tim forensik dari Universita Indonesia di Desa Selo Panggung, Kediri, Jawa Timur (12/9). Foto ANTARA/Arief Priyono

    TEMPO.COBandung - Pusat Kebudayaan Prancis IFI Bandung membatalkan pementasan teater Tan Malaka, Rabu malam, 23 Maret 2016. Pada siang harinya, sejumlah orang dari organisasi massa Islam mendatangi IFI Bandung menuntut dibatalkannya pementasan itu karena menilainya sebagai upaya penyebaran paham komunisme. (BACA: FPI Ancam Bubarkan Tan Malaka)

    Namun Penanggung Jawab Bidang Budaya dan Komunikasi IFI Bandung, Ricky Arnold, mengatakan pembatalan itu tidak terkait dengan tekanan juga ancaman yang menentang pentas itu. "Yang jadi concern kami keselamatan banyak orang di sini," ujar Ricky Arnold kepada pers, Rabu sore, 23 Maret 2016.

    Menurut dia, IFI Bandung mendukung pementasan teater monolog tentang Tan Malaka berjudul “Saya Rusa Berbulu Merah” oleh Kelompok Mainteater Bandung. Saat memfasilitasi diskusi dengan pihak ormas Islam Rabu siang, masing-masing pihak kukuh pada pendiriannya.

    "Yang berlangsung tadi ancaman, kami tidak menempatkan diri pada posisi terancam," kata Ricky. Pembatalan pertunjukan untuk Rabu malam, sedangkan pementasan pada Kamis malam masih diupayakan negosiasi dengan pihak ormas Islam yang menentang.”

    Sutradara Wawan Sofwan mengatakan mereka telah memperkirakan lakon naskah karya Ahda Imran tersebut akan memunculkan kontroversi. "Namun, sampai pembatalan, ini di luar skenario," katanya. Menurut dia, mereka tidak kapok dan tetap akan menuntaskan proses latihan ke pementasan.

    Sebelumnya diberitakan, menjelang pementasan teater tentang Tan Malaka, sekelompok orang yang mengaku dari berbagai ormas Islam mendatangi pusat kebudayaan Prancis IFI Bandung, Rabu siang, 23 Maret 2016. "Simpelnya kita menolak acara yang berbau komunis," kata Ketua Bidang Hisbah Front Pembela Islam DPD Jawa Barat Dedi Subu kepada Tempo di lokasi.

    Pihaknya menuntut penyelenggara, yakni Kelompok Mainteater Bandung, membatalkan pementasan. "Jangan sampai nanti umat Islam di Jawa Barat, khususnya di Bandung, nanti datang untuk membubarkan," kata Dedi. Sampai malam ini belasan anggota ormas masih berkumpul di IFI Bandung.

    ANWAR SISWADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.