Lembaga Sensor Film Bukan Lagi Jagal Film  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Lembaga Sensor Film Ahmad Yani Basuki merekomendasikan pada Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk memblokir Netflix. TEMPO/Pingit Aria

    Ketua Lembaga Sensor Film Ahmad Yani Basuki merekomendasikan pada Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk memblokir Netflix. TEMPO/Pingit Aria

    TEMPO.COJakarta - Ketua Lembaga Sensor Film (LSF) Ahmad Yani Basuki mengatakan LSF bukan lagi "jagal film" karena proses penyensoran melibatkan diskusi dengan sineas atau pembuat iklan yang bersangkutan.

    "Kami berdialog. Bila ada revisi, perbaikannya diserahkan kepada pembuat film atau iklan yang disensor," ujar Yani dalam konferensi pers Peringatan 100 Tahun Sensor Film Indonesia di Gedung Film Jakarta, Rabu, 16 Maret 2016.

    Mengubah kesan "jagal film" adalah salah satu dari paradigma baru yang ingin didengungkan LSF dalam perayaan seabad berdirinya lembaga tersebut.

    Ketua LSF periode 2015-2019 itu mengatakan pendekatan sensor film yang mengutamakan dialog dengan sineas telah dilakukan pada periode sebelumnya, tapi tidak seintensif sekarang. Rangkaian peringatan seabad Lembaga Sensor Film akan berlangsung selama hampir sepanjang tahun 2016 dengan puncak acara pada 28 Oktober.

    Acara tersebut meliputi lomba penulisan 100 tahun sensor film untuk para blogger, diskusi kebijakan serta peraturan sensor film dari masa ke masa, lokakarya perkembangan cara sensor, pemutaran film dari era 1940-an hingga masa kini, dan puncaknya adalah peluncuran buku Bunga Rampai 100 Tahun Sensor Film di Indonesia.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sandiaga Uno Alami Cegukan Saat Quick Count Pilpres 2019

    Dilansir Antara, Sandiaga Uno tak tampil di publik usai pelaksanaan Pilpres 2019 karena kabarnya ia cegukan. Beginilah proses terjadinya cegukan.