Penjualan Lesu, Vina Panduwinata Bertahan dengan Lagu Lama  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Vina Panduwinata. TEMPO/Nurdiansah

    Vina Panduwinata. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Sudah lama penyanyi Vina Panduwinata tak mengeluarkan album baru. Vina beralasan, saat ini bukan waktu yang tepat bagi penyanyi seangkatannya mengeluarkan album baru.

    "Kalaupun ada (lagu baru), pas tampil, yang diminta (penonton) lagu-lagu lama juga," ujar Vina saat di Yogyakarta, Rabu petang, 17 Februari 2016. Padahal, untuk membawakan sebuah lagu baru, ia membutuhkan proses pendalaman hingga berbulan-bulan.

    Penyanyi yang sudah 30 tahun lebih berkiprah di dunia tarik suara itu juga paham saat ini pasar industri musik di Tanah Air sedang lesu. Kelesuan ini terutama dirasakan para pemilik label rekaman. Bahkan beberapa di antaranya terpaksa gulung tikar.

    "Jualan lewat RBT (Ringback Tone), i-Tunes, apalagi CD, sama susahnya," ujar pelantun lagu Aku Makin Cinta itu.

    Kondisi ini membuat Vina harus berpikir dua kali sebelum menghasilkan karya baru. "Jadi, mohon maaf, saat ini tak ada lagu baru," ujar ibu satu anak itu. Meski demikian, tutur Vina, surutnya industri musik tak bisa menjadi alasan untuk berhenti berkarya.

    Penyanyi yang dijuluki Si Burung Camar itu mengapresiasi kegigihan musikus-musikus muda Tanah Air yang terus mencoba melawan lesunya pasar dengan karya-karya terbaik mereka. "Tetap ada musikus muda yang mampu eksis, hingga mendapat apresiasi dari negara-negara tetangga, lewat penjualan RBT atau media lain," tutur Vina.

    Meski tanpa lagu atau karya baru, Vina bertekad tak akan meninggalkan profesinya sebagai penyanyi. Dia tetap eksis dari panggung ke panggung dengan lagu-lagu lamanya yang sampai sekarang tetap hit.

    "Mumpung masih ada yang suka lagu saya," ucap Vina sembari tertawa.

    PRIBADI WICAKSONO



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.