Tessy Gunakan Narkoba lantaran Depresi Dicekal KPI  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelawak Tessy mendapatkkan dukungan dari rekan-rekan pelawak Srimulat usai ikuti persidangan atas kepemilikan narkoba di Pengadilan Negeri Bekasi, Jawa Barat, 30 April 2015. TEMPO/Nurdiansah

    Pelawak Tessy mendapatkkan dukungan dari rekan-rekan pelawak Srimulat usai ikuti persidangan atas kepemilikan narkoba di Pengadilan Negeri Bekasi, Jawa Barat, 30 April 2015. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Kabul Basuki atau Tessy pernah ditangkap terkait dengan penyalahgunaan narkoba. Tessy diciduk anggota Direktorat Tindak Pidana Narkoba Mabes Polri di rumah temannya, Kampung Rawabugel, RT 3 RW 2, Kelurahan Margamulya, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, pada 23 Oktober 2014. Setelah mendapatkan hukuman, Tessy bebas pada Oktober 2015.

    Tessy bercerita awal mula terjerumus narkoba. Menurut dia, narkoba menjadi pelampiasan Tessy karena depresi berkepanjangan setelah dicekal Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Tessy dilarang tampil di televisi sebagai banci yang menggunakan atribut wanita.

    "Yang jelas, saya depresi karena KPI mencekal saya. Lahan kerja saya menjadi enggak ada. Tawaran di TV enggak ada, film enggak ada. Akhirnya gimana, ya pikiran kosong, enggak ada kerjaan, pergaulan di mana-mana. Jadi saya akui, saya kebawa," ujar Tessy di studio Trans TV, Jalan Tendean, Jakarta Selatan, Jumat, 5 Februari 2016.

    Meski pernah terjerumus narkoba, Tessy mengaku tidak akan membatasi pergaulan. Yang ada dalam pikirannya adalah berhenti mengkonsumsi narkoba atau masuk penjara.

    "Enggak kurangi pergaulan. Yang jelas, jauhi narkoba, niat. Ingat sengsaranya direhabilitasi, apalagi dipenjara," tuturnya.

    Kini Tessy sudah bebas setelah menjalani hukuman. Selama di panti rehabilitasi, banyak hikmah yang bisa dia petik.

    "Di panti rehab, saya dikasih penyuluhan, penyembuhan, masukan agar percaya diri, olahraga. Ya, istilahnya positif direhab itu," ucap Tessy.

    TABLOIDBINTANG.COM



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.