Ini Alasan Risty Tagor Tak Mau Ditemui Stuart Collin

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesinetron sekaligus desainer, Risty Tagor bersama calon pasangannya, Stuart Colin memberikan keterangan kepada wartawan menjelang pernikahannya di Mercantile Athletic Club, World Trade Centre 1, Jakarta, 08 April 2015. Risty Tagor bersama Stuart Colin telah melakukan lamaran pada tanggal 4 April 2015 dan akan melangsungkan pernikahan pada 19 April 2015 di Bogor, Jawa Barat. TEMPO/Nurdiansah

    Pesinetron sekaligus desainer, Risty Tagor bersama calon pasangannya, Stuart Colin memberikan keterangan kepada wartawan menjelang pernikahannya di Mercantile Athletic Club, World Trade Centre 1, Jakarta, 08 April 2015. Risty Tagor bersama Stuart Colin telah melakukan lamaran pada tanggal 4 April 2015 dan akan melangsungkan pernikahan pada 19 April 2015 di Bogor, Jawa Barat. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah mendengar kabar Risty Tagor sudah melahirkan, Kamis sore, 14 Januari 2016, Stuart Collin sempat mendatangi kediaman sang istri.

    Tapi kedatangan Stuart Collin sia-sia. Stuart Collin tertahan di luar pagar rumah Risty Tagor tanpa bisa masuk ke dalam.

    "Dateng mau ketemu anak kok, maghrib. Kayak enggak ada waktu lainnya. Dia hanya sampai pagar rumah doang," kata Ina Rachman, pengacara Risty Tagor, saat dihubungi wartawan, Jumat, 15 Januari 2016.

    "Kan kami beri tahu ke lawyer-nya soal lahiran Risty itu sejak pukul 10 (pagi). Eh, ini baru dateng magrib. Lha ngapain aja dia," imbuh Ina dengan nada emosi.

    Menurut Ina, saat itu paman Risty Tagor yang menemui Stuart Collin. Sang paman langsung menyuruh Stuart Collin pulang karena Risty Tagor menolak untuk ditemui.

    Risty Tagor melahirkan anak hasil pernikahannya dengan Stuart Collin pada 3 Januari 2016. Bayi berjenis kelamin laki-laki itu lahir lewat operasi caesar di Brawijaya Woman & Children Hospital, Jakarta Selatan.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.