Menangi Pilkada Palu, Pasha Ungu Siap Puasa Ini dan Itu...

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasha Ungu saat mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, 24 Juli 2015. Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Pasha Ungu guna untuk mendaftar sebagai calon Walikota Palu. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Pasha Ungu saat mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, 24 Juli 2015. Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Pasha Ungu guna untuk mendaftar sebagai calon Walikota Palu. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.COJakarta - Menang pada Pemilihan Kepala Daerah 2015, Sigit Purnomo Syamsuddin Said atau Pasha Ungu, 36 tahun, sedang bersiap-siap menjadi Wakil Wali Kota Palu. Sebagai vokalis band Ungu, Pasha sudah mempertimbangkan banyak hal untuk band dan juga kehidupan yang akan ia jalani di Palu.

    Selama ini Pasha memang tak banyak menghabiskan waktu di Jakarta. Dengan demikian, menurut dia, saat nanti dirinya banyak menghabiskan waktu di Palu, tak ada hal-hal yang harus dikhawatirkan. Sekarang Pasha sedang berfokus menyiapkan tempat tinggal di Palu untuk memboyong anak dan istrinya. “Kerinduan akan hal-hal yang hanya ada di Jakarta saya kira tidak sulit diwujudkan, jarak Palu-Jakarta hanya dua jam, so it doesn't matter,” ujar Pasha.

    Pasha siap saat dia harus mengurangi aktivitas nge-band. Namun ada satu hal yang masih membuat dia bingung saat berada di Palu nanti. “Mungkin kalau mau olahraga golf baru saya bingung karena lapangan golf di Palu belum sebaik di Jakarta dan Bogor,” kata Pasha kepada Tempo, Rabu, 6 Januari 2016. Meski semenjak masa kampanye hingga saat ini Pasha mengaku absen bermain golf karena sudah tak punya waktu lagi.

    Saat di Jakarta atau di Bogor, suami Adelia Wilhelmina ini bisa meluangkan waktu seminggu sekali untuk bermain golf. Tempatnya pun bisa dipilih sesuka hati. Lain cerita dengan di Palu. Lapangan golf tersedia di sana, tapi menurut Pasha tak sebanyak dan sebaik lapangan di Jakarta atau Bogor.

    Berangkat dari situ, Pasha berencana turut membenahi kondisi lapangan golf di Palu. Dengan demikian, menurut pria kelahiran Donggala, Sulawesi Tengah, 27 November 1979 ini, tercipta peluang Palu bisa menjadi daerah yang layak dijadikan tuan rumah olahraga dan turnamen golf ke depannya.

    Ditambah lagi, kata Pasha, golf adalah olahraga yang paling populer dan digemari kalangan menengah ke atas. Dengan begitu, secara ekonomi, pengelolaan lapangan golf secara profesional bisa mendatangkan keuntungan dan juga membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar.

    AISHA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.