Gesekan Klasik Sampaikan Cinta Bumi dari Sara Michieletto

Reporter

Editor

Saroh mutaya

Miss Wyoming, Mikaela Shaw menunjukkan kebolehannya dalam memainkan biola saat ikuti kontes kecantikan Miss Amerika 2015 di Boardwalk Hall di kota Atlantic, 9 September 2015. AP Photo

TEMPO.CO, Jakarta - Hujan di luar gedung Pusat Kebudayaan Italia (Instituto Italiano di Cultura) Jakarta, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, 5 Desember lalu, turun lumayan lebat. Udara agak dingin dan malam itu menjadi latar bagi lantunan nada-nada komposisi eksperimental dan semi klasik gesekan biola pemain biola profesional Italia, Sara Michieletto. 

Ruangan sekitar 200 meter persegi menjadi sesak dan kursi-kursi yang disusun tidak ada yang kosong. Semuanya menyimak kerja sama musikal antara Sara dengan pianis senior, Rene van Helsdingen. 

Sara tampil dalam busana hitam, kontras dengan latar belakangnya dan dipenuhi dengan curahan lampu sorot berwarna kuning sehingga kehangatan menjalar ke seluruh ruangan. 

Sesaat setelah konser, Sara ditanya tentang pesan utama yang dia ingin sampaikan dalam konsernya bertajuk Emotion for a Change itu. Sebelum ini, Sara telah berkali-kali menggelar konser di Indonesia, berkolaborasi dengan musisi Indonesia, yang dia katakan, memiliki musikalitas luar biasa dengan kekayaan musik yang tidak bisa dilukiskan. 

“Saya bayangkan ada dalam pengembaraan ke luar angkasa, sangat menyenangkan dan mengingatkan bahwa kita harus menjaga baik-baik Bumi kita yang kecil ini. Mungkin ada bumi-bumi lain di luar sana, kita tidak tahu. Namun, jika kita tidak melakukan apapun untuk menyelamatkan Bumi, sama dengan memusnahkan Bumi kita ini,” katanya. 

Dalam konser Emotion for a Change ini, dia memang banyak mengelaborasi teknik permainan biola yang sulit. Puncaknya adalah Pulsar, di mana dia menggabungkan suara-suara dari luar angkasa sebagai latar komposisinya. “Pulsar? Oh ya, ceritanya begini, pada 2009 saya ada di India dan direktur planetarium di New Delhi meminta saya untuk bermain di dalam planetariumnya,” kata dia. 

“Itu adalah peringatan ulang tahun Galileo Galilei sebagai salah satu tokoh yang berpengaruh besar pada astronomi dunia. Dia lalu memberi tahu bahwa mereka memiliki rekaman berbagai bunyi dan suara dari luar angkasa. Rekaman itu diberikan dan memang luar biasa, sehingga menjadi latar lagu Pulsar ini,” kata dia. 

Sara sangat peduli dengan kelestarian lingkungan hidup, dan cemas bahwa masih sangat banyak orang yang tidak sadar dan peduli akan resiko perubahan iklim. 2.000.000 tahun lalu, katanya, Bumi hanya lebih dingin satu derajad ketimbang sekarang dan perubahan dalam waktu hanya ratusan tahun mengubah wajah Bumi secara luar biasa. 

Dia menetap di Indonesia pada 2011-2014 untuk suatu karya, dan dia katakan, “Indonesia sungguh menakjubkan.” 

Karir Sara dimulai dari kecintaannya pada biola. Saat itu usianya delapan tahun, ketika sang bunda menyodorkan dua pilihan: piano atau biola untuk dipelajari. Sara bukan anak yang mudah duduk diam alias selalu bergerak untuk menyalurkan kelebihan energinya. “Saya suka sekali bernyanyi dan bernyanyi adalah cara saya untuk mengekspresikan diri,” kata dia. 

Sejenak mengenang pilihan dari ibunya itu, dikatakan ibunya bahwa biola jauh lebih praktis dengan bobotnya yang cuma sekitar 400 gram sementara piano besar bisa mencapai 400 kilogram. “Tapi saya juga memainkan piano. Piano adalah alat musik lain yang seyogyanya juga bisa dikuasai pemain biola,” katanya. 

Di Italia, Sara dikenal pertama kali saat dia menjadi pemain biola pertama sekaligus asisten pemimpin Orkestra Lirico Simfonica Teatro La Fenice. Dia telah banyak berkolaborasi dengan pemusik dunia, di antaranya menjadi solois di Orkestra Venezia, Orkestra Filharmonik BBC London, dan lain-lain. 

Pesan kecintaan pada Bumi yang dinyatakan dalam notasi nada dan komposisi Sara selalu relevan untuk dinyatakan.

ANTARA






Veddriq Leonardo Mempertahankan Gelar Juara Dunia Panjat Tebing 2022

7 menit lalu

Veddriq Leonardo Mempertahankan Gelar Juara Dunia Panjat Tebing 2022

Veddriq Leonardo memastikan diri kembali menjadi juara dunia nomor speed Piala Dunia Panjat Tebing 2022 meski terhenti di babak semifinal.


Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Prakiraan Cuaca BMKG, Jumlah Mahasiswa UT

41 menit lalu

Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Prakiraan Cuaca BMKG, Jumlah Mahasiswa UT

Topik tentang prakiraan cuaca BMKG bahwa sebagian wilayah Indonesia dilanda hujan pada Sabtu menjadi berita terpopuler Top 3 Tekno Berita Hari Ini.


Gwyneth Paltrow Curhat tentang Kulit Kendur dan Keriput Jelang Usia 50

54 menit lalu

Gwyneth Paltrow Curhat tentang Kulit Kendur dan Keriput Jelang Usia 50

Gwyneth Paltrow merayakan ulang tahun ke-50 para 27 September.


Tak Semua Produk Perawatan Kulit DIY Lebih Baik, Ini Alasannya

1 jam lalu

Tak Semua Produk Perawatan Kulit DIY Lebih Baik, Ini Alasannya

Zat aktif tertentu dalam buah tertentu dapat mengiritasi kulit dan menyebabkan kerusakan, jadi jangan digunakan sembarangan untuk perawatan kulit.


Mazda Pertimbangkan untuk Mengentikan Produksi di Rusia

1 jam lalu

Mazda Pertimbangkan untuk Mengentikan Produksi di Rusia

Toyota yang merupakan pesain Mazda telah menghentikan produksi mobil di Rusia karena kesulitan pasokan suku cadang.


Rider Gresini Berharap Poin Maksimal di MotoGP Jepang

1 jam lalu

Rider Gresini Berharap Poin Maksimal di MotoGP Jepang

Rider Gresini Racing Enea Bastianini dan Fabio Di Giannantontio akan memulai MotoGP Jepang dari posisi 15 dan 16.


Kejadian Mistis Saat Syuting Film Jailangkung: Sandekala, Syifa Hadju: Biasa Saja

1 jam lalu

Kejadian Mistis Saat Syuting Film Jailangkung: Sandekala, Syifa Hadju: Biasa Saja

Perannya sebagai Niki dalam film Jailangkung: Sandekala turut mengantarkannya mengalami peristiwa yang mencekam.


23 Tahun Tragedi Semanggi II: Nasi Bungkus Terakhir Mahasiswa UI Yap Yun Hap

2 jam lalu

23 Tahun Tragedi Semanggi II: Nasi Bungkus Terakhir Mahasiswa UI Yap Yun Hap

Yap Yun Hap adalah salah seorang korban penembakan pada 24 September 1999 dalam Tragedi Semanggi. Siapa pembunuh Yun Hap belum terungkap.


Kalangan Pengusaha Senang Ditjen Imigrasi Pangkas Proses ITAS dan KITAS

2 jam lalu

Kalangan Pengusaha Senang Ditjen Imigrasi Pangkas Proses ITAS dan KITAS

Kalangan pelaku usaha jasa pengurusan izin tinggal sementara (ITAS) Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) bagi Warga Negera Asing mengapresiasi langkah Direktorat Jenderal Imigrasi memangkas lebih pendek jalur birokrasi


Sariawan Tak Kunjung Sembuh, Awas Kanker Mulut

2 jam lalu

Sariawan Tak Kunjung Sembuh, Awas Kanker Mulut

Beberapa tanda penyakit yang diberikan oleh tubuh sering kali tidak disadari, termasuk kanker mulut. Berikut tanda kanker mulut yang jarang disadari.