Buku Penulis Cilik Ini Bertengger di Frankfurt Book Fair

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembukaan Frankfurt Book Fair 2015 di Jerman, 13 oktober 2015. TEMPO/Arif Zulkifli

    Pembukaan Frankfurt Book Fair 2015 di Jerman, 13 oktober 2015. TEMPO/Arif Zulkifli

    TEMPO.CO, Jakarta - Buku karya penulis cilik Indonesia, Nadya Shafiana Rahma, 11 tahun, ada di deretan buku yang dipamerkan di Frankfurt Book Fair (Frankfurt Buchmesse) 2015.

    "Senang banget bisa ikut dalam pameran Frankfurt Book Fair," ujar Nadya di Frankfurt, Kamis, 15 Oktober 2015.

    Putri kedua pasangan Nurul Huda dan Siti Jumaroh yang mulai menulis sejak usia 5 tahun itu mengaku tidak mengira bukunya bisa masuk ke pameran buku sebesar Frankfurt Book Fair dan diminta menceritakan pengalaman menulisnya di hadapan pengunjung pameran buku itu.

    Nadya, yang telah menerbitkan lima buku, tampil dalam acara Fun and Share: Learning to Write with Nadya di Paviliun Indonesia di Frankfurt Book Fair yang berlangsung hingga 18 Oktober 2015.

    "Senang dan deg-degan juga," ucap Nadya, yang datang didampingi sang ayah Nuful Huda, dosen di perguruan tinggi di Cirebon.

    Dalam acara berbagi pengalaman itu, Nadya memberikan hadiah pembatas buku berbentuk wayang dan poster bagi penanya.

    Nadya, siswa Sekolah Dasar Negeri Glagah, Yogyakarta, menuturkan awalnya dia menulis pengalaman sehari-harinya. Dia kemudian mulai membuat cerita pendek dan mengirimkannya ke koran.

    Dia biasanya mendapat ide menulis dari pengalaman sehari-hari di sekolah, jalan, atau rumah, dan kadang dari cerita teman-temannya.

    Koleksi cerita pendek Nadya dimuat dalam seri Kecil-kecil Punya Karya terbitan Mizan. Dia juga membuat novel My life My Heaven, Pengalaman Meraih Bahagia, Juiceme Salah Tangkap, dan Juiceme Kakek Misterius serta menulis kumpulan cerpen Si Hati Putih.

    Anak perempuan yang bercita-cita menjadi penulis, perancang, dan ilustrator itu gemar membaca, menulis, melukis, berenang, serta bermain musik. Selain itu, dia pernah juara lomba menulis, menyanyi, dan melukis, baik di tingkat provinsi maupun nasional.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.