Empat Dunia Dhenok Wahyudi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kemeriahan pertunjukan musik bertajuk LCLR Plus Concert Jockie Surjoprajogo di Balai Kartini, Jakarta, 2 Oktober 2015.  TEMPO/Nurdiansah

    Kemeriahan pertunjukan musik bertajuk LCLR Plus Concert Jockie Surjoprajogo di Balai Kartini, Jakarta, 2 Oktober 2015. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta -Empat puluh tahun meninggalkan jagat hiburan, Dhenok Wahyudi tetap memukau para penonton kala menyanyikan kembali lagu hit Dalam Kelembutan Pagi dan Kelana. Kamis pekan lalu, di Nusa Dua Theatre, Jakarta Pusat, Dhenok menyanyikan dua tembang legenda itu dalam konser LCLR Plus Yockie Suryo Prayogo."Saya terharu, ternyata lagu yang saya nyanyikan dulu masih digemari. Penonton masih hafal," katanya kepada Tempo, usai konser.

    Dhenok mengaku hanya berlatih bernyanyi di kamar mandi untuk mempersiapkan diri dalam konser. Dia semula bahkan ragu naik panggung konser, namun, "Kadri dan adik saya meyakinkan saya. Sampai-sampai mereka hendak memanggil guru vokal," kata Dhenok.

    Dalam gladi resik yang digelar semalam sebelum pertunjukan, Dhenok merasa terharu. "Saya bangga masih dikasih kesempatan ini setelah mengambil dunia yang berbeda," kata dia. "Saya seperti lahir kembali di dunia musik. Ketemu lagi dengan Benny Soebardja, Debby Nasution, Yockie... It's good," katanya melanjutkan.

    Pada dekade 70-an, nama Dhenok sohor karena menyanyikan lagu-lagu terbaik dalam Lomba Cipta Lagu Remaja (LCLR) besutan radio Prambors. Lagu Dalam Kelembutan Pagi dan Kelana, masuk dalam album kompilasi LCLR tahun 1977 dan 1979. Namun beberapa tahun kemudian Dhenok mundur total dari dunia musik untuk fokus pada karirnya di dunia birokrasi. Istri Hassan Wirajuda ini sempat mencapai posisi eselon satu sebelum pensiun dini pada 2010. Di luar itu, dia juga aktif sebagai akademisi dan pengusaha. "Saya merasa beruntung bisa merasakan hidup di berbagai dunia; akademik, birokrasi, usaha dan musik," katanya.

    ANDRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.