Minggu, 27 Mei 2018

Pemerintah Akan Bangun Bioskop Rakyat di Desa-desa  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Ekonomi Kreatif berjanji membangun bioskop rakyat. Sebab, lembaga ini menilai fasilitas bioskop yang ada hanya bisa dinikmati oleh masyarakat kelas menengah ke atas.

    "Saya prihatin melihat bioskop ini hampir 80 persen terpusat di Jawa Barat dan Jakarta, sementara daerah-daerah lain apalagi perkampungan tidak ada," ujar Deputi Bidang Infrastruktur Badan Ekonomi Kreatif Hari Santosa Sungkari, setelah jumpa pers di gedung Sapta Pesona, Jakarta, Senin, 5 Oktober 2015.

    Harga tiket, kata dia, menjadi alasan ada kelompok-kelompok masyarakat yang tidak bisa menikmati fasilitas hiburan tersebut. Bioskop desa ala Bekraf ini rencananya dapat dinikmati dengan harga tiket Rp 5.000 per orang. “Tidak perlu mahal dengan uang Rp 5.000, nantinya masyarakat kecil juga bisa nonton bioskop," kata dia.

    Menurut dia, bioskop desa ini baru akan dibangun pada semester kedua 2016. Bekraf telah menerima sejumlah masukan dari berbagai pihak dalam konsep bioskop desa. Di antaranya membuat bioskop di pasar dengan bekerja sama dengan pemerintah setempat, bioskop digital dengan memanfaatkan ruang kecil di setiap desa untuk memutar bioskop dengan fasilitas Internet, atau konsep movie truck—memutar film di mobil truk.

    Harry sendiri akan merekomendasikan film aksi yang dibalut pendidikan dan disesuaikan kebutuhan pasar. "Meski filmnya bernilai edukasi tapi tetap akan dibalut dengan action dan nilai-nilai perjuangan," katanya.

    ABDUL AZIS


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Dua Pendaki Mahasiswi Univesitas Parahyangan Gapai Seven Summits

    Pada 17 Mei 2018, dua mahasiswi Universitas Parahyangan, Bandung, Fransiska Dimitri Inkiriwang dan Mathilda Dwi Lestari, menyelesaikan Seven Summits.