Pengelola Emosi dalam Film Inside Out

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi sutradara asal Amerika Serikat, Pete Docter saat sesi foto untuk film

    Ekspresi sutradara asal Amerika Serikat, Pete Docter saat sesi foto untuk film "Inside Out" pada Festival Film Cannes ke-68 di Cannes, Prancis, 18 Mei 2015. LOIC VENANCE/AFP/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta -Menjalani hidup penuh kebahagiaan seolah menjadi gambaran bahwa hidup seseorang begitu sempurna. Padahal bahagia hanya satu dari beragam emosi yang dimiliki manusia. Film terbaru Pixar dan Disney berjudul Inside Out (2015) menggambarkan bagaimana emosi dikelola dalam sebuah ruang dalam otak bernama Headquertes.

    Sejak seseorang lahir di dunia, maka markas berkumpulnya lima jenis emosi ikut hadir dalam pusat kendali pikiran manusia. Inside Out menyuguhkan kehidupan gadis cilik bernama Riley sejak lahir hingga ia berusia 11 tahun dan harus mengikuti kedua orang tuanya berpindah tempat tinggal. 

    Sekilas kehidupan Riley begitu sempurna. Dalam hitungan waktu tak lama sejak ia lahir, bangunan kebahagiaan terbangun kokoh dan mencerminkan kepribadian Riley yang ramah, menyenangkan, dan selalu berpikiran positif. Riley menjadi anak tunggal yang dicintai kedua orang tuanya, memiliki sahabat karib, andal bermain hoki, sekilas ia mampu mengelola emosinya dengan baik.

    Secara singkat, setidaknya semua hal yang menonjol dalam kepribadian Riley terdapat dari adanya dominasi Joy. Karakter yang mengelola perasaan bahagia dalam pikiran Riley. Joy, yang disulihsuara oleh Amy Poehler menganggap jika Riley bisa selalu bahagia maka hidupnya sempurna. Sehingga Joy senantiasa waspada dengan tingkah empat rekan lainnya yaitu Fear (Bill Hader), Anger (Lewis Black), Disgust (Mindy Kaling), dan Sadness (Phyllis Smith). Karakter dan nama kelimanya disesuaikan dengan warna seperti Joy yang senantiasa cerah dengan warna kuning dan rambut birunya, Anger sosok tergambar temperamen dengan warna merah, Disgust sosok perempuan resik berwarna hijau, Fear  selalu berekspresi selalu cemas atau takut dengan warna ungu.

    Hingga saat Riley mesti ikut pindah ke tempat yang sangat bertolak belakang dari lingkungannya yang nyaman selama ini, emosi Riley mulai bermain. Kekecewaan mulai hadir saat melihat tempat tinggal barunya. Namun Joy masih berusaha mengolah cara agar Riley bisa tetap memandang semuanya dari sisi positif. Semua berubah saat Sad tak bisa menahan diri untuk diam--selama ini Joy sangat membatasi gerak Sad dalam mengatur sikap dan pilihan Riley.

    Satu peristiwa besar menjadi pemicu suasana dalam Headquerters menjadi tak stabil. Joy dan Sad terbawa dalam lorong yang jauh membawa keduanya memasuki alam pikiran Riley. Tempat semua memori Riley tersimpan. Dunia alam bawah sadar, imajinasi, segala pikiran abstrak, ingatan termanis hingga terburuk, bahkan termasuk di dalamnya ada tempat pembuangan ingatan secara permanen.

    Mengikuti cerita Inside Out dari awal bisa saja menghadirkan spontanitas rasa suka langsung pada sosok Joy. Karena dia terlihat selalu bisa menemukan alasan untuk berbahagia dan berpikiran positif. Sebaliknya saat melihat Sad si biru yang bertubuh gemuk, berkacamata, memakai turtle neck, selalu terlihat tak punya semangat. Atau mungkin ada juga kegemasan saat melihat tiga karakter emosi lain seperti Anger, Disgust, dan Fear yang terkesan mengacaukan pikiran seorang anak berusia 11 tahun.

    Tapi cerita ini memang tak akan jadi cukup menarik kalau semua berjalan tanpa twist yang menarik. Di sinilah Pete Docter (sutradara) dan rekannya Ronnie Del Carmen mencoba menunjukkan sebuah dunia alam pikiran yang bisa disajikan dan mudah dipahami oleh penonton lintas usia. Bagaimana pun Pixar dan Disney telah menancapkan diri sebagai pemroduksi animasi yang susah banyak ditonton anak-anak maupun dewasa. Docter sebelumnya bisa dikatakan sukses menyutadarai Monster Inc dan juga UP. Menyajikan tema baru yang menarik tentu menjadi tantangan lain mengingat Pixar banyak menelurkan animasi yang beragam dan imajinatif. Dan Inside Out menjadi salah satu pilihan baru dan layak untuk ditonton.

    Apa yang disajikan Docter dalam Inside Out termasuk menarik dan penuh warna, khasnya dunia anak. Film ini sudah diputar lebih dulu sejak pertengahan Juni 2015. Namun baru diputar di bioskop Indonesia 19 Agustus mendatang.

    Sutradara : Pete Docter, Ronnie Del Carmen (Co-Director)

    Penulis Cerita : Pete Docter, Ronnie del Carmen

    Pengisi Suara : Amy Poehler, Phyllis Smith, Richard Kind, Bill Hader, Lewis Black, Mindy Kaling

    Durasi : 94 menit


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Siapakah Shang-Chi, Pahlawan Terbaru Marvel?

    Marvel Studios merilis trailer baru untuk film Shang-Chi and The Ten Rings yang akan tayang pada September 2021.