Perpustakaan Ajip Rosidi Awalnya Ingin Dinamai Ali Sadikin?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sastrawan Ajip Rosidi saat menghadiri peresmian Perpustakaan Ajip Rosidi yang dikelola Yayasan Pusat Studi Sunda di Bandung, Jawa Barat, 15 Agustus 2015. Perpustakaan tersebut memiliki sekitar 60.000 koleksi buku dimana sebagian merupakan koleksi sastra Sunda. Selain perpustakaan, yayasan juga mengadakan pusat pendidikan dan pelatihan terkait perkembangan kesusasteraan Sunda. TEMPO/Prima Mulia

    Sastrawan Ajip Rosidi saat menghadiri peresmian Perpustakaan Ajip Rosidi yang dikelola Yayasan Pusat Studi Sunda di Bandung, Jawa Barat, 15 Agustus 2015. Perpustakaan tersebut memiliki sekitar 60.000 koleksi buku dimana sebagian merupakan koleksi sastra Sunda. Selain perpustakaan, yayasan juga mengadakan pusat pendidikan dan pelatihan terkait perkembangan kesusasteraan Sunda. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO , Bandung: Perpustakaan Ajip Rosidi di Jalan Garut, Bandung, kini telah selesai dibangun. Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar meresmikan bangunan tiga lantai senilai sekitar Rp 8 miliar tersebut, Sabtu, 15 Agustus 2015. Koleksi bukunya sementara ini berjumlah 40 ribu buku.

    Yayasan Pusat Studi Sunda menggarap pembangunan gedung perpustakaan itu sejak 2012. Di area seluas 916 meter persegi hasil wakaf tanah Ajip Rosidi, luas per lantainya 500 meter dan 550 meter persegi. Pada tahap awal, pembangunannya sempat berhenti selama setahun karena yayasan kahabisan dana.

    Sekretaris Yayasan, Ruhaliah mengatakan, lantai satu diperuntukkan bagi ruangan pengurus yayasan dan ruang baca. Adapun ruang perpustakaan di lantai dua, dan lantai tiga menjadi ruang serbaguna. “Buku-bukunya belum ditata, koleksinya berbahasa Sunda, Indonesia, Belanda, Inggris, Perancis, “ katanya kepada Tempo di lokasi, Sabtu, 15 Agustus 2015.

    Sebelumnya, bangunan itu rencanananya dinamai Perpustakaan Ali Sadikin, sebagai penghormatan kepada tokoh dari kalangan masyarakat Sunda itu. Kemudian, kata Ruhaliah, pihak keluarga Ali Sadikin tidak berkenan. “Alasan kedua, ada syarat dari donatur agar dinamakan Perpustakaan Ajip Rosidi,” ujarnya.

    Tadinya, Ajip yang merupakan pendiri yayasan itu pada 2003, berniat menyerahkan perpustakaan itu setelah jadi ke pihak yayasan. Namun karena harus mengubah status kepemilikan, bangunan itu tetap menjadi milik Ajip.

    “Karena itu perpustakaan ini milik saya, tapi digunakan untuk kegiatan Yayasan Pusat Studi Sunda dan Yayasan Kebudayaan Rancage,” ujar Ajip.

    Panitia pembangunan perpustakaan, Rachmat Taufiq Hidayat mengatakan, dana Rp 8 miliar tersebut, antara lain berasal dari harga tanah yang dibeli Ajip Rosidi senilai Rp 3 miliar, kemudian sumbangan Ajip sebesar hampir Rp 1,2 miliar. Lalu ada pengusaha Arifin Panigoro yang menyumbang sekitar Rp 1,8 miliar, dan APBD Jawa Barat 2014 hampir Rp 1,5 miliar.

    ANWAR SISWADI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Tanda Masker Medis yang Asli atau Palsu

    Saat pandemi Covid-19 seperti sekarang, masker adalah salah satu benda yang wajib kita pakai kemanapun kita beraktivitas. Kenali masker medis asli.