Ajip Rosidi Bikin Perpustakaan, Taufik Ismail Cemburu?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Taufik Ismail di kantor Majalah Horison, Jakarta, Selasa (3/9). TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Taufik Ismail di kantor Majalah Horison, Jakarta, Selasa (3/9). TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO , Bandung: Penyair Taufiq Ismail takjub kepada sastrawan sekaligus sahabatnya, Ajip Rosidi, yang telah berkontribusi besar dalam mendirikan Perpustakaan Ajip Rosidi di Jalan Garut, Kota Bandung.

    Menurut Taufiq, Ajip merupakan sastrawan yang juga hartawan. Sebab, dengan dedikasinya yang besar terhadap ilmu pengetahuan, Ajip rela merogoh kocek yang cukup besar guna mendirikan sebuah perpustakaan umum.

    "Karena itu, Ajip Rosidi dengan kekayaannya dia bikin perpustakaan ini 3 lantai, sesudah itu dia wakafkan pula buku-nya di sini semua," kata dia kepada Tempo seusai menghadiri acara peresmian Perpustakaan Ajib Rosidi, di Jalan Garut, Kota Bandung, Sabtu, 15 Agustus 2015.

    Taufiq mengatakan Ajip peduli terhadap minat membaca dan menulis masyarakat yang kini sudah banyak ditinggalkan. Perpustakaan itu, kata Taufiq, merupakan solusi jitu yang dipakai Ajip guna meningkatkan minat membaca dan menulis masyarakat.

    "Kalau saja dia enggak peduli dengan masalah menulis buat apa dia bikin perpus seperti ini. Mertuanya juga anak cucunya pinter-pinter, ya sudah tinggal menikmati saja. Tapi karena kepeduliannya maka dia membuat perpus ini," kata Taufiq.

    Menurut Taufiq, amal saleh Ajip akan terus mengalir bak air sungai yang tak mengenal musim kemarau. Pasalnya, menurut Taufiq, kontribusinya dalam meningkatkan mutu baca anak bangsa akan terus dikenang karena transformasi ilmu pengetahuan yang dilakukan Ajip itu abadi.

    "Amal salehnya itu mengalir terus. Saya cemburu sama dia. Umur kami hampir sama. Saya 2 tahun lebih tua dari dia. Tapi dia sangat hebat," ujar Taufiq yang dikenal sebagai penulis 'Syair Orang Lapar' itu.

    Senada dengan Taufiq, salah satu pegiat sastra asal Bandung, Iman Shaleh tak henti-hentinya memuji Ajip yang juga penulis buku 'Apa Siapa Orang Sunda' itu.

    "Beliau ini dahsyat. Saya hadir di perpustakaan satu lagi di Pabelan yang lebih besar dari ini. Sekarang dibangun lagi yang baru. Dahsyatnya adalah beliau ini melindungi khasanah karya-karya, yang bukan hanya karyanya sendiri tapi juga karya orang lain," ujar Iman.

    Dengan adanya perpustakaan itu, kata Iman, Ajip telah meletakan 4 pilar dalam memperkaya khasanah ilmu pengetahuan. "Hal tersebut diantaranya ada persepsi, komunikasi, interpretasi (tafsiran) dan terangkum dalam pusat studi (Perpustakaan)," katanya.

    Perpustakaan Ajip Rosidi yang berlokasi di Jalan Garut Nomor 2, Kota Bandung, resmi dibuka, Sabtu, 15 Agustus 2015.

    AMINUDIN


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.