Kata Jody Bedjo Soal Reshuffle Kabinet

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kiri-kanan: Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Sofyan Jalil, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong saat diambil sumpah oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, 12 Agustus 2015. Tempo/Aditia Noviansyah

    Kiri-kanan: Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Sofyan Jalil, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong saat diambil sumpah oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, 12 Agustus 2015. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Jody Sumantri mengaku mengikuti berita perubahan susunan (reshuffle) menteri kabinet kerja yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo dan Wakilnya Jusuf Kalla pada Rabu pagi, 13 Agustus 2015. Komedian yang sering nongol sebagai presenter saat masa kampanye Partai Demokrat itu yakin reshuffle ini adalah keputusan yang tepat.

    Pasangan Teuku Edwin di grup Super Bedjo itu menganggap reshuffle ini adalah bentuk perubahan yang diperlukan.  "Perubahan itu perlu. Gue yakin dengan reshuffle itu, mereka udah punya planning mau ngapain," ujar Jody saat ditemui di Hangover Kitchen & Bar, pada Rabu malam, 13 Agustus 2015.

    Jody yakin bahwa reshuffle ini memiliki kepentingan yang bertujuan untuk memperbaiki setiap lini yang masih bobrok di pemerintahan saat ini.  Jody menambahkan bahwa tugas masyarakat sekarang tinggal mengawasi kinerja menteri baru yang terpilih.

    "Pastinya ada kepentingan yang kita gak tahu nantinya Indonesia ini mau diapain. Orang-orang (menteri baru) itu mungkin tepat menggantikan A, B, dan C, walaupun kalau kita lihat muka korupsi banget. Tapi kita nggak boleh nge-judge gitu juga," tutur Jody.

    Jody yang mengaku golput karena bangun kesiangan pada pemilu sebelumnya percaya menteri-menteri baru ini dapat menjalankan tugasnya dengan baik. "Gue yakin semua sudah dipikirkan. Jadi, nikmatin aja dulu," tutur Jody.

    LUHUR TRI PAMBUDI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.