Foto Pernikahan Putri Diana dan Pangeran Charles Dilelang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Adik Charles, Pangeran Andrew menyapa seorang gadis pengiring disaksikan Putri Diana di Istana Buckingham.  Dailymail.co.uk

    Adik Charles, Pangeran Andrew menyapa seorang gadis pengiring disaksikan Putri Diana di Istana Buckingham. Dailymail.co.uk

    TEMPO.CO, London - Foto-foto pernikahan kerajaan antara Pangeran Charles dan Putri Diana akan dilelang dalam satu acara lelang yang akan berlangsung September 2015 di Amerika Serikat.

    Sebanyak 12 foto yang akan dilelang mencakup resepsi yang berlangsung di Istana Buckingham pada 29 Juli 1981 serta upacara di St Paul Cathedral.

    "Foto- foto ini sangat istimewa karena menampilkan di balik tata persiapan pernikahan kerajaan yang belum pernah dipertontonkan kepada umum," kata Bobby Livingston, juru bicara lelang. 

    Mengutip laporan USA Today pada 12 Agustus 2015, enam gambar yang dilelang itu menampilkan pasangan kerajaan bersama keluarga, termasuk foto Ratu Elizabeth.

    Sementara itu, foto lain menunjukkan Putri Diana menghibur seorang anak pengiring pengantin bernama Clementine Hambro. Foto lain memperlihatkan Diana sedang menengok ke belakang saat Pangeran Charles dan Lady Di itu berada di beranda istana untuk bertemu dengan rakyat.

    Foto-foto tersebut diambil dari koleksi asisten fotografer Patrick Lichfield.

    Lord Lichfield, yang juga merupakan sepupu Ratu Elizabeth, adalah satu-satunya fotografer yang diperbolehkan mengambil gambar tidak resmi dalam pernikahan kerajaan tersebut.

    Royal wedding tersebut disaksikan hampir 750 juta penonton di seluruh dunia dan menjadi program paling populer yang mendapat jumlah tontonan paling banyak yang pernah dipublikasikan.

    Pasangan itu bercerai pada Agustus 1996. Putri Diana kemudian meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan lalu lintas di Paris.

    USA TODAY | YON DEMA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.