Leonardo DiCaprio Jadi Pembunuh Berantai di Dr HH Holmes

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktor Leonardo DiCaprio dengan berewoknya saat menghadiri acara amfAR's Cinema Against AIDS 2015 dalam acara Festival Film Cannes ke-68 di Prancis, 21 Mei 2015. REUTERS/ Regis Duvignau

    Aktor Leonardo DiCaprio dengan berewoknya saat menghadiri acara amfAR's Cinema Against AIDS 2015 dalam acara Festival Film Cannes ke-68 di Prancis, 21 Mei 2015. REUTERS/ Regis Duvignau

    TEMPO.CO, Los Angeles - Martin Scorsese akan menyutradarai fil yang dibintangi Leonardo DiCaprio sebagai pembunuh berantai abad 19, Dr HH Holmes. Film ini akan digarap oleh studio Paramount.

    Seperti dikutip Guardian dari Deadline, DiCaprio sejak 2010 telah tertarik dengan film yang berkisah tentang pembunuhan massal Chicago dan ini akan menjadi kolaborasi keenam antara DiCaprio dan Scorsese setelah Gangs of New York, The Aviator, The Departed, Shutter Island, dan The Wolf of Wall Street.

    Film ini diambil dari buku nonfiksi Erik Larson berjudul The Devil in the White City: Murder, Magic, and Madness at the Fair That Changed America keluaran 2003 yang dibeli hak ciptanya oleh DiCaprio lima tahun lalu dan kini diadaptasi oleh penulis skenario Captain Philips, Billy Ray.

    HH Holmest adalah seorang apoteker dan pengusaha yang dipercaya telah membunuh antara 27 hingga 200 orang. Sebagian besar adalah perempuan muda lajang yang terpikat pesona sang pembunuh untuk datang ke World’s Fair Hotel di Chicago.

    Dalam bukunya Larson mengungkapkan bagaimana dia diundang ke dalam kastil pembunuh yang berisi kamar gas, krematorium, dan meja bedah.

    Holmes seorang dokter terlatih yang lulus dari University of Michigan Medical School pada 1884, terpikat dengan mayat dan tengkorak. Dia mengincar para karyawan, kekasih, dan tamu hotelnya.

    Sering kali dia membuat mereka tak sadarkan diri dengan gas dalam kamar kedap suara dan memindahkan mereka ke ruang bawah tanah yang berisi dua tungku, beberapa lubang asam, dan bahkan rak peregangan. Holmes kerap membedah korbannya dan menjual sisa-sisa organ tubuh untuk penelitian medis dengan memanfaatkan relasi yang didapatnya saat bersekolah.

    ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.