Begini Musisi Malang Gelar Konser Rock Kemerdekaan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ian Antono, gitaris God Bless berbicara dalam konferensi pers jelang Konser Panggung Sandiwara God Bless di Hard Rock Cafe, Jakarta, 3 Agustus 2015.  TEMPO/Nurdiansah

    Ian Antono, gitaris God Bless berbicara dalam konferensi pers jelang Konser Panggung Sandiwara God Bless di Hard Rock Cafe, Jakarta, 3 Agustus 2015. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta -Musisi dan pegiat seni di Malang tengah menyiapkan konser musik rock bertajuk "Rock Kemerdekaan." Sebanyak 74 band rock bakal tampil untuk menyemarakkan ulang tahun Arema ke 28 dan Kemerdekaan Indonesia ke 70.

    "Ajang kebangkitan musik rock di Malang," kata juru bicara panitia konser, D Indra FB, Selasa 11 Agustus 2015.

    Gelaran konser rock Kemerdekaan ini terselenggara atas kebersamaan komunitas rock di Malang meliputi Musisi Malang Bersatu, Malang Indie Community Rock, Malang Rock Forum, komunitas suporter Aremania dan d’Kross Community. Konser rock kemerdekaan ini diharapkan mampu menggerakkan musisi dan penikmat musik rock untuk mencitai musik karya anak bangsa.

    Pada era 1980-1990 Malang menjadi barometer musik rock. Konser musik rock rutin diselenggarakan di Malang. Musisi rock papan atas saat itu sering tampil di Malang. Malang juga melahirkan musisi rock berkelas, seperti  Ian Antono, dan Silvia Sartje.

    Puncak konser diselenggarakan di stadion Gajayana Malang, 29 Agustus 2015 sedangkan pre event diselenggarakan konser di Cafe God Bless 11-13 Agustus 2015. Pre event sekaligus untuk sosialisasi puncak konser di stadion Gajayana.

    Gelaran konser rock kemerdekaan sekaligus menggali bibit rocker muda dari Malang. Terutama membangkitkan musik rock di Malang. "Main musik tanpa narkoba, itu semboyan kami," kata Indra.

    EKO WIDIANTO


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi dan Tantangan Jozeph Paul Zhang, Pria yang Mengaku Nabi Ke-26

    Seorang pria mengaku sebagai nabi ke-26 melalui media sosial. Selain mengaku sebagai nabi, dia juga melontarkan tantangan. Dialah Jozeph Paul Zhang.