Film 3 Dinilai Bisa Saingi The Raid

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Agus Kuncoro. TEMPO/Nurdiansah

    Agus Kuncoro. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Pada September 2015, satu lagi film laga akan ikut meramaikan dunia perfilman Tanah Air. Film laga itu berjudul 3 (Tiga) dan disutradarai oleh Anggy Umbara.

    Sesuai judulnya, ada tiga aktor kunci yang berperan di film ini. Mereka adalah Cornelio Sunny, Abimana Aryasatya, dan Agus Kuncoro. Mereka berperan sebagai Alif, Lam, dan Mim, tiga serangkai jagoan silat yang dibesarkan di pesantren yang sama.

    Dalam film yang mengambil latar Jakarta pada 2036 ini, persahabatan mereka akan retak dan mereka akan bertarung demi mempertahankan kebenaran yang mereka percayai masing-masing.

    "Akan banyak adegan laga dengan gerakan silat di film ini," ujar sutradara Anggy Umbara, saat rilis trailer film tersebut di XXI Plaza Senayan, pada 10 Agustus 2015.

    Meskipun peran ketiga aktor itu sangat ditonjolkan, Cornelio Sunny menganggap film ini bukan ajang kompetisi untuk menunjukkan siapa yang terbaik dalam soal akting.

    "Film ini lahir dari proses kreatif. Meskipun kami punya ciri khas yang berbeda, ketika sudah jadi film energinya akan sama. Film ini istilahnya anak kami, jadi nggak perlu bersaing siapa yang lebih baik," ujar Cornelio, pria yang pernah menjadi produser film Another Trip to the Moon.

    Melalui arahan Cecep Arif Rahman, Cornelio, Abimana, dan Agus melatih koreografi silat selama satu bulan. Berdasarkan trailer-nya, Alif akan adu silat dengan Mim di akhir film, sedangkan Lam akan menjadi penengah mereka. Lalu, siapa yang akan jadi pemenangnya? Itu akan terjawab pada September mendatang saat film yang diprediksi akan menyaingi The Raid ini ditayangkan di bioskop seluruh Indonesia.

    LUHUR TRI PAMBUDI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.