Agus Kuncoro: Suami Istri Harus Beda Hobi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Agus Kuncoro berpose di atas sepedanya saat berolahraga di kawasan Bintaro, Jakarta (5/2). TEMPO/Nurdiansah

    Agus Kuncoro berpose di atas sepedanya saat berolahraga di kawasan Bintaro, Jakarta (5/2). TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasangan Agus Kuncoro dan istrinya, Anggia Jelita, punya hobi olahraga yang berbeda. Namun masing-masing menekuninya dengan giat. Agus Kuncoro punya hobi bersepeda, sedangkan istrinya punya hobi berlari.

    Pemeran film Kun Fayakuun (2008) itu mengungkapkan bahwa ia aktif bersepeda di akhir pekan bersama komunitas Milagro. Sedangkan istrinya aktif berlari di gunung.

    "Saya jatuh cinta dengan sepeda sudah delapan bulan ini. Kalau istri saya tadinya suka lari di jalan. Tapi entah kenapa belakangan ini dia lebih suka lari di hutan atau di gunung," ujar Agus Kuncoro saat ditemui di XXI Plaza Senayan usai rilis trailer film 3 pada Senin, 10 Agustus 2015.

    Agus mengungkapkan hobi yang berbeda tidak akan mempengaruhi hubungan mereka sebagai suami istri yang menikah pada 23 Januari 2005. Bahkan, Agus menegaskan bahwa suami-istri sepatutnya memiliki hobi berbeda. Menurut Agus, kegiatan atau hobi yang berbeda akan menghindari kejenuhan dalam menjalin hubungan rumah tangga.

    "Suami-istri hobinya enggak boleh sama. Kami di rumah sudah sama-sama. Jadi supaya kami punya dunia masing-masing," ucap pria kelahiran Jakarta, 11 Agustus 1972 itu.

    Meski begitu, Agus kagum dengan istrinya karena hobinya lebih melelahkan. Agus tidak mengira istrinya kuat berlari di gunung. Bahkan anak mereka, Kunkeira Gayla, lebih memilih ikut bersepeda dengan ayahnya karena tidak kuat kalau mengikuti hobi ibunya. "Yang penting saya sukses membuat anak saya suka naik sepeda," ucap Agus tertawa.

    LUHUR TRI PAMBUDI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.