Donny Kesuma, Antara Seni Peran dan Softball  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Donny Kesuma. TEMPO/Nurdiansah

    Donny Kesuma. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.COMakassar - Donny Kesuma tidak bisa dipisahkan dari softball. Dia mengatakan olahraga yang ditekuninya tersebut sangat membantu profesinya sebagai aktor dan presenter. "Dengan rutin berolahraga, kondisi kesehatan saya menjadi lebih baik," katanya seperti ditulis Koran Tempo Makassar, Jumat, 31 Juli 2015.

    Saat ditemui Selasa lalu, aktor ganteng dengan tinggi badan 1,82 meter itu berada di Makassar untuk menyaksikan Kejuaraan Softball Wali Kota Cup di Lapangan Karebosi. Donny, 47 tahun, mengatakan mengenal softball sejak duduk di bangku sekolah menengah atas.

    Dia lalu bergabung dalam tim yunior softball DKI Jakarta. Saat naik ke kelas XI, Donny pun naik peringkat ke tim softball senior. Hanya sekitar setahun bergabung di tim senior, Donny sudah dipanggil untuk ikut membela tim nasional softball Indonesia.

    Tim Maluku—satu di antara tim softball yang ada di Jakarta—merupakan klub pertama tempat Donny bermain. Ia juga pernah main di tim Prambors. “Hampir semua tim softball di Jakarta sudah saya tempati bermain,” ujarnya.

    Pitcher atau pelempar adalah posisi favorit Donny. Satu prestasi terbesar yang diakuinya sebagai individu adalah menjadi pelempar tercepat di Asia. Reputasi itu disandangnya pada 1996-2001. Kala itu dia mengklaim bahwa tidak ada orang lain yang mampu melempar bola hingga melesat lebih cepat dari yang dia lakukan, yakni 124 kilometer per jam.

    Sepak terjangnya di dunia seni peran, Donny melanjutkan, juga mendukung pencapaiannya di lapangan. "Terbiasa bertemu dan berhadapan dengan banyak orang, sehingga tidak membuat saya canggung saat bermain,” tuturnya.

    MUHCLIS ABDUH | IRMAWATI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.