Buku Biografi Superman Is Dead Dirilis 18 Agustus

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Band SID (Superman Is Dead) menerima piala usai memenangkan dalam katagori Duo/Grup Rock Terbaik dengan lagunya Jadilah Legenda dalam Anugerah Musik Indonesia (AMI) Award 2014 di The Kasablanka - Kota Kasablanka, Jakarta (19/6). TEMPO/Nurdiansah

    Band SID (Superman Is Dead) menerima piala usai memenangkan dalam katagori Duo/Grup Rock Terbaik dengan lagunya Jadilah Legenda dalam Anugerah Musik Indonesia (AMI) Award 2014 di The Kasablanka - Kota Kasablanka, Jakarta (19/6). TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Buku biografi tentang trio punk rock Superman Is Dead (SID) akan segera dirilis. Buku tersebut ditulis mantan Manajer SID Rudolf Dethu.

    Kabar ini disampaikan langsung oleh Rudolf di situs web resminya, http://www.rudolfdethu.com, pada Kamis, 31 Juli 2015. "Biografi Superman Is Dead yang saya tulis sudah masuk ke percetakan hari Senin lalu. Jika semua berjalan sesuai jadwal, maka 18 Agustus 2015, kurang dari tiga minggu lagi, buku tersebut akan terbit," demikian tulis pria yang pernah menulis untuk majalah The Beat Bali dan Jakarta.

    Biografi tersebut akan menampilkan perjalanan band yang didirikan oleh Jerinx (drum), Bobby Kool (gitar/vokal), dan Eka Rock (bass) sejak 1995. Selain itu, ada mitos-mitos unik seputar SID yang akan dikupas. Misalnya, salah satu personel SID dianggap bule dan SID dianggap pernah berbagi konser dengan NOFX.

    Di situs webnya, Rudolf juga membagi sedikit foto-foto yang akan dimuat di buku biografi tersebut. Rudolf memperlihatkan foto ketika SID tampil di perhelatan sederhana bertajuk "Gerilya Musik Underground" (GMU) di Universitas Jaya Baya, Jakarta, pada 2001.

    "Di GMU ini SID menjadi salah satu grup yang paling ditunggu selain band Jerman, Skin of Tear. Setelah GMU ini nama SID melonjak gila-gilaan. Dari jagoan daerah menuju skala nasional," ujar Rudolf.

    Melalui buku ini, Rudolf juga akan berbagi suka dukanya mengurus band pelantun lagu Kuta Rock City itu. "Bob, Eka, dan JRX berkutat di urusan musik dan rupa-rupa isu berkesenian, saya fokus menata propaganda, menggarami agitasi, dan tetek-bengek administrasi," ujar Rudolf.

    Perilisan buku tersebut rencananya disambut dengan pesta khusus yang diadakan pada 18, 20, dan 28 Agustus 2015 di Bali.

    LUHUR TRI PAMBUDI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.