Cerita Pandji Pragiwaksono: Kita Bisa & Dana untuk Tolikara  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panji Pragiwaksono. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Panji Pragiwaksono. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Komedian Pandji Pragiwaksono tidak pernah terfikir usahanya cari dana patungan (crowdfunding) pertamanya melampaui target. Dalam tiga hari, dana sekitar Rp 301 juta berhasil dikumpulkan  guna membantu pembangunan kembali Masjid Baitul Mustaqin Karubaga yang terbakar akibat amuk massa di Tolikara, Papua, 17 Juli lalu.

    "Saya kaget. Dana mengalir sedemikian besar. Waktu itu setelah ditutup pun, masih ada transfer yang belum terkonfirmasi," kata Pandji Pragiwaksono saat dihubungi pada Kamis, 23 Juli 2015.

    Awalnya, Pandji  hanya meluapkan kegusarannya melalui blognya, pandji.com. Pandji kesal ketika memantau media sosial, banyak yang merutuk kejadian itu dan saling menyalahkan pihak tertentu. Para netizen juga sibuk menyeret kerusuhan itu sebagai bentrok antarumat beragama.. Bahkan, ada pula oknum yang merasa perlu balas dendam atas insiden tersebut.

    Ternyata, keresahan Pandji juga dirasakan rekannya dari media crowdfunding kitabisa.com. Mereka pun mengajak Pandji memimpin gerakan patungan guna membangun kembali masjid Baitul Mustaqin.

    Pandji memasang target pengumpulan dana Rp 200 juta dalam sebulan. Ternyata, duit terkumpul lebih cepat, sehingga bisa lebih dahulu disalurkan ke Bulan Sabit Merah Indonesia cabang Jayapura (BSMI).

    Duit Rp 301 juta terkumpul dari 23 donatur, dan didukung 1.151 pendukung di situs kitabisa.com. "Dari situ terlihat, mana massa yang cuma bisa memaki, dan mana yang konstruktif," kata Pandji.

    Uang patungan sudah diserahkan BSMI ke pengurus masjid pada 21 Juli lalu. Tidak lama, pemerintah juga bergerak cepat membangun masjid kembali beserta kios dan bangunan lain yang juga terbakar dengan dana kucuran sekitar Rp 3 miliar. Pandji  berujar pembangunan masjid Tolikara membutuhkan biaya sekitar Rp 15 miliar. Maklum, di Papua, akses material bangunan tidak mudah sehingga biaya revitalisasi lebih mahal.

    "Jadi sebenarnya masih kurang banyak," kata dia.

    ROBBY IRFANY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.