Isyana Sarasvati, Musikus Berbakat yang Anti Televisi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Isyana Sarasvati, penyanyi dan komposer muda berpose di Sony Music, Jakarta, 11 Desember 2014. TEMPO/Frannoto

    Isyana Sarasvati, penyanyi dan komposer muda berpose di Sony Music, Jakarta, 11 Desember 2014. TEMPO/Frannoto

    TEMPO.CO , Jakarta:Penyanyi muda Isyana Sarasvati kini sedang naik daun. Namanya melejit setelah melepas single Keep Being You (2014) dan Tetap Dalam Jiwa (2015). Dara kelahiran Bandung, 2 Mei 1993, ini berencana merilis album perdananya pada 2015.

    Dalam setahun terakhir ini, Isyana berhasil mencuri banyak perhatian orang. Tidak hanya cantik, Isyana dikenal sebagai musikus berbakat yang serba bisa. Dari bernyanyi, bermain instrumen seperti piano, biola, dan saksofon, menulis lagu serta menggubah komposisi musik, semuanya dia caplok sekaligus.

    Bakat Isyana mulai ketahuan sejak usia belia oleh ibunya yang merupakan guru musik di Yamaha Music.

    "Waktu umur 7 tahun aku sudah nulis kompisisi, terus ibu nemeuin dan dia lihat aku ada bakat di musik," ujar Isyana saat wawancara dengan Tempo lewat telepon, Rabu, 22 Juli 2014.

    Sejak kecil, Isyana memang tergila-gila dengan piano dan musik klasik. Bahkan, Isyana mengakui bahwa dirinya kurang bergaul dengan anak seusianya dan lebih suka bergaul dengan instrumen musik.

    "Waktu kecil saya ini orangnya introver, jadi semua perasaan saya tuangkan lewat musik. Kalau nggak ada musik saya sudah mati," ujar jebolan Nanyang Academy of Fine Arts, Singapura dan Royal College of Music, Inggris itu.

    Dalam sehari, Isyana bisa menghabiskan 7 sampai 8 jam untuk menekan-nekan tuts piano. Saking getolnya, Isyana bahkan sangat terhindar dari televisi meskipun di masa kecilnya acara untuk anak-anak masih ramai ditayangkan di televisi.

    "Aku ini orangnya anti televisi, bahkan dulu aku nggak nonton Doraemon. Aku cuma ingat kartun P-man yang tayang pas aku bangun tidur. Habis itu, ya main piano lagi," tutur pengagum komposer Rusia, Pyotr Ilyich Tchaikovsky.

    Walhasil, kini Isyana menjadi musikus muda dengan banyak prestasi. Dia sudah tiga kali meraih Juara Grand Prix Asia Pacific Electone Festival pada 2005, 2008, 2011. Karena bakatnya tersebut, Isyana berhasil meraih beasiswa untuk mengenyam pendidikan di luar negeri demi mewujudkan cita-citanya menjadi maestro.

    LUHUR TRI PAMBUDI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.