Dukung Dalai Lama, Maroon 5 Terancam Batal Manggung di Cina  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Vokalis Maroon 5, Adam Levine saat beraksi di atas panggung dalam rangkaian turnya di SSE Arena Wembley, London, Inggris, 26 Mei 2015. Maroon 5 sudah dipastikan akan konser di Indonesia untuk yang ketiga kalinya. C Brandon/Redferns via Getty Images

    Vokalis Maroon 5, Adam Levine saat beraksi di atas panggung dalam rangkaian turnya di SSE Arena Wembley, London, Inggris, 26 Mei 2015. Maroon 5 sudah dipastikan akan konser di Indonesia untuk yang ketiga kalinya. C Brandon/Redferns via Getty Images

    TEMPO.CO, Beijing -Band asal Los Angeles, Maroon 5 dikhawatirkan akan dilarang tampil di Cina. Larangan ini diduga karena pernyataan satu anggota band pada Dalai Lama, tokoh spritiual Tibet.

    Band beraliran rock alternatif ini telah dijadwalkan untuk tampil di Beijing dan Shanghai pada September mendatang sebagai bagian dari tur Asia mereka. Kemudian  awal pekan ini muncul berita yang menunjukkan kemungkinan kehadian Maroon 5 akan ditolak di Cina.

    Sejauh ini tidak ada penjelasan resmi yang keluar dari personel band itu kecuali pernyataan dari Live Nation, promotor band, yang hanya menyinggung tentang alasan yang tidak spesifik.

    Spekulasi yang berkembang sebagaimana dilansir dari laman The Guardian, 17 Juli 2015, dikatakan pembatalan itu dipicu oleh tweet yang dikirim oleh Jesse Carmichael, pemain keyboard Maroon 5.

    Dalam pesan yang diposting pada 4 Juli, Carmichael mengirim ucapan selamat ulang tahun kepada Dalai Lama yang berada di pengasingan. Bahkan musisi itu dilaporkan menghadiri pesta perayaan ulang tahun ke-80 pemimpin Budha di Amerika Serikat.

    Sejak isu pembatalan ini berhembus, tweet dan foto-foto di instagram yang terkait dengan itu kemudian dihapus.

    Pada edisi Minggu ini, Beijing Time Out melaporkan: "Kami mendengar tentang Maroon 5 yang dicekal untuk pertunjukan oleh teman-teman politik kita di atas." Menambahkan, "bertemu Dalai Lama adalah apa yang dibutuhkan oleh semua artis untuk mendapatkan X Besar pada aplikasi visa mereka."

    Dalai Lama, yang tinggal di pengasingan sejak 1959 dan menerima Hadiah Nobel Perdamaian pada 1989, adalah tokoh yang dihormati di seluruh dunia. Tetapi para pemimpin Partai Komunis China menuduh dia menjadi seorang tokoh pemecah belah kemerdekaan dan diberi julukan "serigala berbulu domba".

    Beijing telah menerapkan aturan yang tegas kepada para politisi, termasuk David Cameron yang bertemu dengan pemenang Nobel Tibet itu, dengan memberlakukan pembekuan hubungan diplomatik yang panjang.

    Sebagaimana informasi pembatalan konser Maroon 5 menyebar, situs media sosial di Cina saat ini dilaporkan penuh dengan komentar. Beberapa tampaknya diposting oleh antek Internet yang disponsori negara untuk menyerang band itu.

    Salah satu pengguna Weibo Twitter Cina  menulis: "Tidak ada yang bisa disalahkan kecuali diri mereka sendiri. Siapapun yang mendukung separatis Tibet layak untuk masuk daftar hitam. Dia (Carmichael) telah membuat seluruh anggota band-nya terlibat."

    "Lebih baik mereka tidak pernah menginjakkan kaki di Cina. Asing tidak punya hak untuk mencampuri urusan internal kita sendiri," tulis yang lain. "Tentu saja kita tidak bisa membiarkan dia untuk membuat uang dari negara kita. Ini menyangkut martabat dasar negara," ujar pengguna Weibo lainnya.

    Jika benar pertunjukan Maroon 5 dibatalkan, maka band itu akan masuk dalam daftar beberapa musisi yang diperlakukan sama karena sikap mereka mendukung kemerdekaan Tibet.

    Penyanyi Islandia Bjork membuat murka pemerintah Cina setelah menyerukan kemerdekaan Tibet selama pertunjukannya pada 2008 di Shanghai.

    Oasis terpaksa membatalkan pertunjukan di Cina pada tahun berikutnya. Penyebabnya, front-man Noel Gallagher pernah melakukan konser dengan tema besar Free Tibet (Bebaskan Tibet) di New York.

    Sir Elton John dikabarkan harus ditanyai polisi Cina setelah mendedikasikan konser 2012 di Beijing kepada orang yang menurutnya penuh semangat dan bakat Ai Weiwei, seniman yang oleh pemerintah Cina dianggap sebagai pembangkang.

    THE GUARDIAN | MECHOS DE LAROCHA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.