Benarkah Sylvester Rambo Stallone Lawan ISIS? Ini Jawabannya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sylvester Stallone.  REUTERS/Tony Gentile

    Sylvester Stallone. REUTERS/Tony Gentile

    TEMPO.COJakarta - Seorang perwakilan dari Sylvester Stallone, pemeran Rambo, membantah adanya rumor tentang film Rambo yang akan melawan ISIS dalam Rambo: Last Blood.

    “Sylvester Stallone tidak menghadiri acara Comic-Con di San Diego pekan lalu. Jadi tidak ada pernyataan resmi dari dia terkait dengan pembuatan film Rambo ini,” ucapnya seperti dilansir Rolling Stone, Senin, 13 Juli 2015. "Berita ini tidak akurat."

    Rumor ini beredar ketika beberapa sumber menyebutkan bahwa Sylvester Stallone menghadiri sebuah acara Comic Con di San Diego dan mengeluarkan pernyataan bahwa dalam film tersebut bakal dikisahkan tentang John Rambo, seorang veteran Perang Vietnam yang akan berjuang melawan terorisme di Timur Tengah. 

    Ditambah lagi, dalam rumor tersebut, Sylvestor Stallone mengatakan bahwa, "Kami memiliki tim yang tengah mencari lokasi di Irak dan Suriah, di mana ISIS memiliki basis terkuat. Kami tengah bekerja sama dengan warga setempat untuk menampilkan film Rambo yang paling menegangkan dan realistis.” 

    “Saya pikir rumor liar ini sama seperti rumor sebelumnya, Rambo yang akan membunuh Osama bin Laden dalam film Rambo keempat,” ujar agen dari Sylvester Stallone. 

    Namun, dikutip dari ManlyMovie, rumor ini dapat dibilang masuk akal. Sebab, tahun lalu, Millenium mengatakan kepada ManlyMovie bahwa film Rambo V akan menggunakan gurun sebagai latar film tersebut. 

    Yang jelas, dalam film Rambo V, Stallone akan kembali memerankan John Rambo, peran yang pertama kali ia mainkan dalam First Blood pada tahun 1982. 

    DIAH HARNI SAPUTRI | ROLLING STONE | MANLY MOVIE


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi dan Tantangan Jozeph Paul Zhang, Pria yang Mengaku Nabi Ke-26

    Seorang pria mengaku sebagai nabi ke-26 melalui media sosial. Selain mengaku sebagai nabi, dia juga melontarkan tantangan. Dialah Jozeph Paul Zhang.