Warisan Olga, Film Obati Kerinduan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Olga Syahputra. Tempo/Muhammad Auliya

    Olga Syahputra. Tempo/Muhammad Auliya

    TEMPO.COJakarta - Untuk mengenang mendiang Olga Syahputra yang wafat Maret lalu, film tentang presenter kocak itu akan digarap. Film produksi Rapi Film yang disutradarai Raymond Handaya itu diberi judul Warisan Olga. Dalam film ini, ada beberapa adegan yang diperankan langsung oleh Olga, yang sempat syuting semasa hidupnya.

    "Sebelumnya, Olga sudah syuting duluan, jadi kami pakai hasilnya untuk di film ini dan kami tinggal nambahin dan lanjutin proses syutingnya," ujar Billy Syahputra, adik Olga, dalam acara selamatan yang digelar di kantor Rapi Film di kawasan Cikini, Jakarta, pada Senin, 13 Juli 2015.

    Billy, yang juga berperan dalam film itu, mengungkapkan Warisan Olga adalah proyek yang sempat tertunda. Sebelum meninggal, Olga sempat syuting untuk serial komedi situasi. Namun kenyataan berkehendak lain. Olga meninggal dunia dan meninggalkan proyek yang sempat tertunda ini. Tidak mau hasil syutingnya sia-sia, film yang masih setengah jadi itu akan digarap kembali dengan konsep berbeda dari rencana awal. 

    Billy mengakui film ini tidak menceritakan kisah perjalanan hidup Olga yang sesuai dengan kenyataan alias fiksi. Namun karakter Olga yang dikenal penyayang tetap akan diperlihatkan dalam film ini.

    "Film ini nunjukkin betapa sayangnya Olga sama Bang Billy, sama keluarganya. Film ini juga untuk mengobati kerinduan fan Olga," kata Billy.

    Para pemain dalam film ini adalah orang-orang yang dekat dengan Olga. Selain Billy Syahputra, tampil pula Tara Budiman, Enzy Storia, Chand Kelvin, Mongol Stres, dan McDanny. Rencananya, film ini mulai digarap setelah Lebaran dan akan tayang pada Oktober mendatang.

    LUHUR PAMBUDI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.