Nia Daniati Reuni dengan Ratih Purwasih dan Obbie Mesakh

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Artis Nia Daniati. Dok.TEMPO/Robin Ong

    Artis Nia Daniati. Dok.TEMPO/Robin Ong

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyanyi lawas Nia Daniati senang bukan main reuni di atas panggung dengan penyanyi hits di era 80-an, yaitu Obbie Mesakh dan Ratih Purwasih.

    Ketiganya mengenang masa kejayaan mereka dulu. Mereka tampil di acara bertajuk Musik Spesial 80-an yang rutin digelar tiap bulan. Nia membuka acara tersebut dengan menyanyikan lagunya yang paling fenomenal, Gelas-gelas Kaca. Lalu mantan istri Farhat Abbas itu membawakan lagu Orang Ketiga dan Aku Tak Ingin Dimadu.

    "Dari dulu sudah banyak tawaran agar kami bisa kumpul bareng, tapi waktunya saja yang belum pas," ujar Nia kepada Tempo usai manggung di TVRI pada Ahad, 12 Juli 2015.

    Ratih Purwasih, yang dikenal dengan karakter suara lirihnya, masih tampak manis membawakan hit-nya Antara Benci dan Rindu. Adik dari penyanyi Endang S. Taurina ini juga menyanyikan lagu Hatiku Beku yang sempat dirilis oleh grup musik Koes Plus pada 1979.

    Tidak mau kalah, Obbie Messakh unjuk suara. Obbi masih tetap piawai menyanyikan lagu-lagu andalannya. Pria asal Nusa Tenggara Timur ini dengan apik menyanyikan lagu Kisah Kasih di Sekolah. Lagu ini pernah direkam ulang oleh Chrisye pada 2002 dan sempat dijadikan judul opera sabun yang diperankan oleh Marshanda dan Rionaldo Stockhorst. Di akhir acara, Obbi menutup nostalgia itu dengan mengajak para penonton bernyanyi bersamanya lewat lagu Aduh Rindu.

    Ketiga penyanyi lawas itu membuktikan bahwa sebagai penyanyi mereka belum uzur. Mereka masih bisa memberikan penampilan yang terbaik dan lagu-lagu mereka masih tetap terdengar segar di era sekarang.

    LUHUR PAMBUDI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi dan Tantangan Jozeph Paul Zhang, Pria yang Mengaku Nabi Ke-26

    Seorang pria mengaku sebagai nabi ke-26 melalui media sosial. Selain mengaku sebagai nabi, dia juga melontarkan tantangan. Dialah Jozeph Paul Zhang.