Manoj Punjabi Yakin 'Surga yang Tak Dirindukan' Meledak  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Manoj Punjabi. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Manoj Punjabi. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Surga yang Tak Dirindukan merupakan film produksi MD Entertainment yang siap menghibur para pecinta film Tanah Air pada 15 Juli 2015. Film yang bersetting di Yogyakarta ini bercerita tentang Arini (Laudya Chintya Bella) , Prasetya (Fedi Nuril) dan Mayrose (Raline Shah) yang terjebak dalam hubungan poligami.

    Produser Surga yang Tak Dirindukan, Manoj Punjabi, optimistis filmnya ini bisa membangkitkan dunia perfilman Indonesia yang sedang menurun. "Seperti kita ketahui bahwa minat penonton terhadap film Indonesia menurun beberapa bulan terakhir," katanya dalam acara screening film Surga yang Tak Dirindukan, di XXI Plaza Senayan, Selasa, 7 Juli 2015.

    Untuk memastikan film tersebut meledak di pasar, Manoj melakukan proses produksi secara maksimal.

    Tak hanya dibintangi oleh aktor-aktor papa atas mulai dari Laudya Chintya Bella, Fedi Nuril, Raline Shah, Vitta Mariana, dan lain-lain, Manoj menggandeng musisi-musisi yang tak di ragukan lagi kualitasnya. Mereka adalah Melly Goeslaw dan Krisdayanti yang mengisi soundtrack film.

    Selain itu, upaya Manoj untuk mempromosikan filmnya juga dilakukan dengan cara melakukan Gala Premiere sebanyak 6 kali di kota-kota besar Indonesia sebelum peluncurannya.

    Film ini diadaptasi dari novel Asma Nadia dengan judul yang sama. Film ini juga sengaja menggunakan subtitle bahasa Inggris.

    "Saya undang beberapa duta besar untuk nonton. Lagipula menurut saya ini perlu, supaya orang asing yang ada di Indonesia mau menonton film ini," kata Manoj.

    Menurut Manoj, ini merupakan satu langkah yang bisa ia jadikan untuk promosi. "Kalau kita enggak mau taruh subtitle berarti kita enggak maupromosikan film Indonesia.

    DINI TEJA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuai pro dan kontra.