Minggu, 22 September 2019

Raup Rp 300 Juta, Rhoma Irama Penerima Royalti Terbesar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rhoma Irama. TEMPO/Nurdiansah

    Rhoma Irama. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Pedangdut Rhoma Irama  terbukti masih layak menyandang gelar sebagai raja dangdut. Kedigdayaan Rhomadi industri musik dangdut setidaknya terlihat dari jumlah royalti yang diterimanya sebagai pencipta lagu.

    Sekjen Persatuan Artis Musik Melayu Dangdut Indonesia (PAMMI), Waskito, mengungkapkan  dari royalti saja Rhoma berhasil meraup Rp. 300 juta. Angka tersebut didapat dari catatan Royalti Anugerah Indonesia (RAI) terhitung hingga 30 Juni 2015.

    "Kalau bicara royalti individu, Haji Oma masih yang di atas," ujar Waskito saat ditemui di acara buka bersama PAMMI di Hotel JS Luawansa, Senin, 6 Juli 2015.

    Menurut catatan PAMMI, lagu-lagu Rhoma adalah lagu yang paling banyak dinyanyikan di tempat karaoke. Di outlet karaoke Happy Puppy saja, kata Waskito, lagu-lagu Rhoma dinyanyikan lebih dari 2 juta kali dalam setahun.

    Rekor tersebut bahkan berhasil mengalahkan genre musik lain. Lagu-lagu ciptaan Rhoma yang paling tenar antara lain Santai, Adu Domba, dan Berkelana. "Itu baru outlet Happy Puppy, belum lagi outlet lainnya. Ini menunjukkan bahwa lagu dangdut masih digemari" ujar Waskito.

    Sejak 2008, RAI  menjadi institusi yang berfungsi dalam penarikan dan pendistribusian royalti. Royalti ditarik dari berbagai bentuk apresiasi, mulai dari penjualan cakram digital, pemakaian lagu di outlet karaoke, hingga penampilan di atas panggung.

    Royalti kemudian  dibagikan secara berkala dalam dua kali pertahun, yaitu awal dan pertengahan tahun. Tahun ini, tercatat hingga 30 Juni 2015, royalti yang telah dikumpulkan dan dibagikan RAI sebanyak Rp. 6,3 miliar.

    LUHUR PAMBUDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe