Tiga Kali Naik Hercules, Ikang Fauzi Ngaku Tak Kapok

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktor dan penyanyi, Ikang Fauzi saat menghadiri peluncuran Teaser (Video Cuplikan) film Tak Kemal Maka Tak Sayang di Jakarta, Jumat, 10 Oktober 2014. TEMPO/Nurdiansah

    Aktor dan penyanyi, Ikang Fauzi saat menghadiri peluncuran Teaser (Video Cuplikan) film Tak Kemal Maka Tak Sayang di Jakarta, Jumat, 10 Oktober 2014. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Musisi rock Ikang Fawzi mengaku tidak kapok menumpang pesawat angkut militer Hercules setelah terjadinya kecelakaan Hercules C-130 di pemukiman warga, di Kecamatan Medan Tuntungan, dekat Lanud Soewondo, Medan, Selasa (3/6) lalu.

    "Saya masih mau (naik). Kalau bicara pesawat banyak trial and error. Kalau sudah di atas kita pasrahkan saja," kata suami dari Marissa Haque itu saat dihubungi ANTARA News, Jumat.

    "Kita upayakan semaksimal mungkin tingkat keselamatan dan persiapannya," tambah Ikang.

    Ikang mengaku sudah tiga kali merasakan naik Hercules. Pertama kali naik Hercules, katanya, saat ia masih duduk di bangku sekolah SMA 3 Jakarta.

    "Waktu itu ke Medan, kebetulan bapaknya teman saya itu kepala staf angkatan udara jadi pakai fasilitas Hercules. Naik kedua dan ketiga kalau tidak salah ke Timor Timur waktu mau show," jelas Ikang.

    Ia pun mempunyai kesan tersendiri dengan pesawat Hercules. Menurut Ikang, suasana saat menumpang Hercules justru lebih menyenangkan dan merakyat daripada saat naik pesawat komersil.

    "Suasananya beda saja. Duduknya di pinggiran dan santai. Saya pun merasa pesawatnya stabil bahkan terasa lebih aman daripada pesawat biasa," tutur Ikang.

    Atas tragedi naas jatuhnya pesawat angkut milik TNI Angkatan Udara Hercules C-130 yang menewaskan lebih dari 100 orang itu, Ikang menyampaikan duka yang mendalam.

    "Saya sangat prihatin," ujar penyanyi berusia 55 tahun itu.

    Ikang juga berharap agar pemerintah segera memperbarui pesawat angkut TNI agar kejadian serupa tidak terulang lagi.

    "Mungkin persisnya kita tidak tahu umur pesawatnya, katanya bukan dilihat dari usia pesawat tetapi dari jam terbang. Setau saya itu kan hampir setiap hari terbang, saya pikir harus diperbarui karena itu fasilitas yang lebih bermanfaat bagi banyak orang dalam situasi biasa maupun darurat. Harus diperbarui demi keselamatan bangsa dan harga diri bangsa," jelas Ikang.

    ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto