Sejak Oktober 2014, Avril Lavigne Lumpuh

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Avril Lavigne. Spin1308.com

    Avril Lavigne. Spin1308.com

    TEMPO.CO, Los Angeles - Penyanyi pop asal Kanada, Avril Lavigne, didiagnosis terkena gejala penyakit Lyme yang mengakibatkan tubuhnya lumpuh. Dalam wawancara televisi pertama di Good Morning America, Senin, 29 Juni 2015, Avril terlihat menangis sesengukan menceritakan penyakit yang sedang diidapnya itu. Dia menceritakan awal tahun ini merupakan waktu terburuk dalam kehidupannya. Dia berjuang mencari bantuan medis setelah hanya terbaring di tempat tidur sejak Oktober lalu.

    "Saya selalu mencari spesialis dokter terbaik," katanya menangis.

    Avril mengatakan semua dokter yang ditemuinya mengatakan kalau dia hanya kelelahan kronis. "Kenapa Anda tidak mencoba keluar dari tempat tidur Avril dan hanya pergi bermain piano," kata Avril menirukan ucapan dokter. "Ini kedengarannya seperti ucapan, apakah Anda tertekan," katanya melanjutkan.

    Akhirnya Avril bisa menemukan dokter yang memberikan diagnosis kalau dia terkena penyakit Lyme. Avril mengatakan ketika gejala itu muncul, dia merasa sedang sekarat. Pelantun The Complicated itu menduga, sakitnya didapat ketika dia digigit kutu pada musim semi 2014. Dia mengatakan bahwa dia menderita selama dua bulan, tubuhnya selalu berkeringat di malam hari, dan gejala flu yang dideritanya diduganya akibat radang. "Akhirnya saya sadar, saya harus menemukan dokter spesialis penyakit ini," kata Avril yang kini sedang intens dalam pengobatan.

    Lyme Disease adalah salah satu jenis penyakit menular pada manusia dan hewan dengan perantara berupa kutu (Ixodes scapularis). Pada beberapa daerah di Amerika, penyakit Lyme tidak hanya ditularkan oleh kutu Ixodes Scapularis, tetapi juga tikus dan kutu Ixodes Paficiu.

    ALIA FATHIYAH |CBC NEWS


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.