Yayan Ruhian: Film Yakuza Apocalypse Greget  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Yayan Ruhian. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Yayan Ruhian. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Yayan Ruhian membanggakan Indonesia dengan bermain di film Jepang garapan sutradara Takashi Miike, Yakuza Apocalypse. Film ini rencananya akan dirilis di Indonesia pada 1 Juli 2015.

    "Saya nggak bisa bilang ini film yang hebat. Tapi Anda akan menyesal kalau tidak nonton film ini. Pokoknya ini film yang nggak kalah greget," ujar aktor yang tenar lewat film Merantau (2009) dan The Raid (2012).

    Film garapan sutradara Takashi Miike ini mengusung genre fantasi laga yang menggabungkan kisah Yakuza dengan vampir. Meskipun ini film laga yang sarat dengan adegan kekerasan, film ini juga menghadirkan suguhan black comedy — komedi yang menampilkan adegan lucu bernuansa satir.

    "Ini film yang kaya isi. Ada Yakuza, ada vampir. Ini bukan film action pukul-pukulan saja, tapi juga ada komedinya," ujar Yayan Ruhian pada saat gala premiere film ini di Plaza Semanggi, 29 Juni 2015.

    Film ini berkisah tentang pimpinan Yakuza, Genyo Kamiura (Lily Frankie) yang sangat tangguh karena dia adalah vampir. Sindikat internasional mengetahui bahwa Kamiura adalah vampir dan menyuruh Kamiura kembali ke sindikat yang telah dia tinggalkan bertahun-tahun itu. Menolak, dia pun dibunuh. Akira Kageyama (Hayato Ichihara), anggota Yakuza, berniat membalaskan dendam pemimpinnya yang selalu menjadi panutannya. Nantinya, Kageyama akan bertarung dengan Kyoken (Yayan Ruhian), anggota sindikat itu.

    Dalam film ini, Yayan, pemeran antagonis, tetap memperlihatkan keahlian bela dirinya. Dengan waktu pembuatan yang hanya tiga pekan, pria kelahiran Tasikmalaya, 46 tahun lalu ini, mengaku puas dengan film internasional pertamanya. Pelatih pencak silat itu juga berharap film ini sesuai dengan selera penikmat film di Tanah Air.

    LUHUR PAMBUDI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.