Umi Pipik Bikin Butik, Ingat Pakai Celana Jeans Ketat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Umi Pipik berpose untuk media saat menghadiri konferensi pers film Hijrah Cinta di Epicentrum XXI Jakarta,  19 Juli 2014. TEMPO/Nurdiansah

    Umi Pipik berpose untuk media saat menghadiri konferensi pers film Hijrah Cinta di Epicentrum XXI Jakarta, 19 Juli 2014. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Bagi sebagian besar muslim, Ramadan menjadi momentum untuk mengais rezeki yang lebih banyak. Namun, bagi Umi Pipik, Ramadan bukan hanya saat menarik rezeki untuk kaum muslim saja.

    Ketika ditemui dalam rangkaian ulang tahun Wardah yang ke-20 di The Hall Senayan City, Jumat, 26 Juni 2015, Umi Pipik mengatakan bulan puasa adalah bulan rezeki untuk semua umat.

    "Allah memberikan berkah bukan hanya untuk kaum muslimin tetapi juga untuk kaum non-muslim," kata Umi Pipik. "Banyak kaum muslimin juga yang berjualan kolak, bisnis online shop dan lain-lain, itu juga berkah dari Allah."

    Umi Pipik turut mengais rezeki pada Ramadan ini. Seperti diketahui sebelumnya, wanita yang bernama asli Pipik Dian Irawati ini baru membuka sebuah butik muslimah.

    Umi Pipik menjelaskan, konsep butiknya sesuai dengan kepribadiannya. "Konsep butik itu biasanya tergantung pada karakter pemiliknya, kalau saya sih lebih simple saja," ujarnya.

    Untuk warna, Pipik mejelaskan sebagian besar warna busana yang dijual di butiknya berkelir hitam. Selain sederhana, alasan lainnya adalah karena butik-butik yang menjual busana dengan berbagai warna sudah banyak dipasaran.

    Untuk modelnya, wanita kelahiran Semarang, 26 November 1977 ini juga tidak hanya menjual busana muslimah. Pipik menjelaskan, ada beberapa busana yang ia kombinasikan dengan model lainnya.

    "Saya menjual yang biasa juga karena berhijab itu kan, ada prosesnya," katanya. "Saya juga dulunya enggak begini (berhijab). Tadinya saya pakai jeans ketat, tapi karena ada proses, ya sekarang jadi seperti ini," ungkapnya.

    DINI TEJA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.