Ingin 'Move On', Johnny Depp Jual Vila Rp 349 Miliar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (kiri-kanan) Johnny Depp, Jack Depp dan Lily Rose Melody Depp tiba di bandara Narita, Jepang, 16 Juli 2013. Jun Sato/WireImage

    (kiri-kanan) Johnny Depp, Jack Depp dan Lily Rose Melody Depp tiba di bandara Narita, Jepang, 16 Juli 2013. Jun Sato/WireImage

    TEMPO.COParis - Aktor Johnny Depp menjual vila tua di Prancis seharga 16,5 juta pound sterling atau sekitar Rp 349 miliar. Johnny sengaja menjual vila yang ia beli untuk berlibur bersama mantan kekasihnya itu supaya terlepas dari kenangan masa lalu.

    "Johnny memutuskan menjual Plan de la Tour untuk menutup salah satu fase dalam hidupnya dan beranjak dari masa lalu," kata Alexander Kraft, Kepala Sotheby Internasional Real Estate, yang menangani penjualan vila ini, Minggu, 21 Juni 2015.

    Depp pernah menempati vila itu bersama aktris sekaligus penyanyi Prancis, Vanessa Paradis, selama 14 tahun. Hubungan Depp dan Vanessa kandas pada 2012. Depp memutuskan menjual vila berusia 200 tahun itu, lengkap dengan furnitur, buku, dan benda koleksinya.

    Aktor pemain Alice in Wonderland ini mulai merombak vila dengan biaya renovasi 10 juta euro pada 2001. Vila ini terdiri atas lima kamar tidur, tiga kamar mandi, dan sebuah studio lukis. Bangunannya tampak etnik dengan dinding batu dan tiang dari kayu tua.

    Letak vila sangat terpencil di bukit dekat Saint Tropez. Salah satu bangunan yang dulunya dipakai sebagai gereja diubah menjadi kamar penginapan. Vila itu juga dilengkapi dua kolam renang, kafe, pusat gym, dan taman skate yang dibangun untuk anaknya, Jack.

    Depp mendekor sendiri vila berukuran 15 hektare itu. Salah satu ruangan ditata dengan furnitur berornamen seperti film yang dibintanginya, Pirates of the Caribbean. Beberapa tengkorak, lilin, tirai, dan permadani berwarna-warni menghiasi ruangan itu. 

    Dinding ruangan pun terbuat dari batu tua sehingga tampak seperti gua. "Dia mendekor semuanya, memberikan perhatian pada hal-hal detail dengan sentuan bohemian," ujar Kraft.

    THE TELEGRAPH | PUTRI ADITYOWATI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.