Solo Karier, Vokalis Vagetoz Keluar?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kelompok musik Vagetoz membawakan lagu bernuansa religi dalam pagelaran Pesona Ramadhan di pusat perbelanjaan Depok Town Square, Depok, Jawa Barat, Minggu (8/5) malam. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    Kelompok musik Vagetoz membawakan lagu bernuansa religi dalam pagelaran Pesona Ramadhan di pusat perbelanjaan Depok Town Square, Depok, Jawa Barat, Minggu (8/5) malam. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    TEMPO.CO, Jakarta - Vokalis band Vagetoz Teguh Permana, meluncurkan album solo. Ditemui di Panti Asuhan Muhammadiyah Tanah Abang Jakarta, Jumat, 19 Juni 2015, pria kelahiran Sukabumi 4 November 1982 ini mengaku sudah lama ingin bersolo karier.

    Kemunculannya sebagai penyanyi solo tentu membuat orang bertanya apakah ia telah keluar dari band yang telah membesarkan namanya tersebut. Saat ditanya mengenai hal tersebut, Teguh seakan belum berani berkomentar.

    "Bingung, saya bilangnya. Saya enggak mau ngomong itu dulu," ungkap penyanyi berusia 32 tahun ini. "Yang pasti hubungan saya dan anak-anak Vagetoz baik-baik aja."

    Teguh mengaku bahwa personel Vagetoz lainnya mendukung dan menghormati keputusannya untuk mengeluarkan album solo. Teguh berharap mereka bisa kerja sama kembali.

    Teguh ingin lagu-lagu bernuansa religi yang ada dalam album perdananya ini bisa menginspirasi semua orang yang mendengarnya.

    "Saya, sih, enggak mau menggurui. Lagu-lagu ini adalah ungkapan hati saya untuk Allah, ungkapan semua perasaan yang saya rasakan," katanya. "Mungkin aja, ada orang yang juga pernah merasakan apa yang saya rasakan, jadi saya berharap lagu-lagu saya bisa menginspirasi semuanya."

    Album perdananya ini berisi tujuh lagu yang ia ciptakan sendiri. Sementara itu single andalannya berjudul Manusia Biasa yang bercerita tentang manusia yang tidak sempurna dan tidak luput dari kesalahan.

    Teguh juga menjelaskan bahwa pesan yang bisa diambil dari lagu ini adalah supaya setiap manusia tetap semangat dalam menjalani kehiduan dan selalu berbuat baik dalam kondisi apapun.

    DINI TEJA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.