Jadi Pendiri Kaskus, Dion Wiyoko Capek Naikkan Berat Badan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dion Wiyoko. TEMPO/Nurdiansah

    Dion Wiyoko. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.COJakarta - Aktor Dion Wiyoko rela menaikkan berat badannya hingga 10 kilogram demi berperan sebagai pendiri Kaskus. 

    "Biasanya, saya harus menguruskan badan. Tapi kali ini saya harus menaikkan berat badan hingga 10 kilogram dan kepala gundul plontos demi totalitas," kata Dion dalam jumpa pers film Kaskus di Jakarta, Selasa, 16 Juni 2015.

    Dion akan berperan sebagai Ken Dean Lawadinata, salah satu pendiri Kaskus yang bertubuh besar dan berkepala botak. "Bagi saya yang suka berolahraga, lebih mudah menguruskan tubuh daripada harus menaikkan seperti ini, asli capek," ucapnya disusul tawa.

    Dion mengaku harus mengkonsumsi makanan berat setiap tiga jam dan banyak makan makanan cepat saji sebelum tidur. "Saya harus makan mi instan, martabak, susu, banyak air, serta makanan junk food atau cepat saji sebelum tidur, dan itu sebenarnya tidak sehat," tutur Dion.

    Namun, demi peran itu, ia berusaha profesional dan tetap percaya diri, walaupun banyak penggemar yang menyayangkan perubahannya. "Iya, banyak penggemar yang protes, tapi saya justru senang, berarti perubahan saya berhasil," katanya.

    Sementara itu, Ken Dean Lawadinata mengaku senang ketika tahu dirinya diperankan Dion Wiyoko. "Saya senang dan bangga, karena pemeran saya adalah aktor ganteng," ucap pendiri Kaskus ini.

    Ia sering berdiskusi dengan Dion agar karakter yang ditampilkan dalam film sesuai aslinya. Ken pun tak segan memberi bocoran tentang makanan favoritnya kepada Dion.

    "Ya, saya beri masukan Dion dengan beberapa makanan yang sering saya makan sebelum tidur," ujarnya.

    Lokasi pengambilan gambar dalam film Kaskus dilakukan di Jakarta dan Seattle, Amerika Serikat. Film dengan genre drama komedi ini diharapkan tidak hanya dinikmati para Kaskuser, tapi juga pecinta film Tanah Air.

    Pembuatan Kaskus ditargetkan selesai pada 2015. Kaskus akan menjadi film pertama di Indonesia yang mengangkat tema teknologi.

    ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.