Band ERK: Paling Susah Bikin Lagu Korupsi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Vokalis grup musik Pure Saturday, Satria (kiri) berduet dengan vokalis grup musik Efek Rumah Kaca, Cholil (kanan), dalam

    Vokalis grup musik Pure Saturday, Satria (kiri) berduet dengan vokalis grup musik Efek Rumah Kaca, Cholil (kanan), dalam "Pure Saturday - Grey Concert" di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ), Selasa (15/5) malam. Konser tunggal Pure Saturday ini merupakan rangkaian dari perhelatan "djakartartmosphere" sekaligus peluncuran album terbaru band yang dianggap sebagai salah satu pionir gerakan musik independen di Indonesia tersebut. TEMPO/Praga Utama

    TEMPO.CO, Jakarta - Band pop indie Efek Rumah Kaca (ERK) dikenal dengan lagu-lagunya yang kritis terhadap pemerintah dan fenomena sosial di Indonesia. Namun Cholil Mahmud, gitaris dan vokalis yang banyak menciptakan lagu-lagu ERK, mengaku tidak mudah membuat lagu yang kritis tapi enak didengar.

    "Bikin lagu kritis ternyata enggak gampang. Kalau lihat fenomena di Indonesia bawaannya cuma bisa marah, tapi sulit dibuatkan lagu," ujar Cholil saat ditemui di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta, Senin, 16 Juni 2015.

    Adapun yang paling sulit, menurut Cholil, adalah membuat lagu bertemakan korupsi. Cholil mengaku pernah mencoba, tapi tidak berhasil. "Susah bikin lagu korupsi yang enggak terlalu menyebarkan propaganda tapi juga bisa dinikmati," ujar magister jurusan seni politik di New York University ini.

    Selain itu, Cholil mengaku kesulitan membuat lagu berbahasa Inggris. Bukannya tidak mau, Cholil justru merasa tidak mampu membuat lagu berbahasa Inggris yang hasilnya memuaskan. "Gue pengen berkarya yang maksimal. Gue lebih maksimal berkarya kalau pakai bahasa Indonesia," tuturnya.

    ERK pertama kali berdiri pada 2001. ERK terkenal dengan lagu yang kritis, seperti Jalang dan Di Udara. Lewat lagu Jalang, ERK mengkritik RUU tentang pornografi yang dianggap merugikan kebebasan seniman dalam berkarya. 

    Sedangkan Di Udara adalah lagu yang didedikasikan untuk aktivis HAM, Munir Said Thalib, yang tewas diracun pada 7 September 2004 di dalam pesawat menuju Amsterdam.

    LUHUR PAMBUDI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.